Pascal ..... Action

“PASCAL 2013 .... !!!!!”
“Action ....... “ . Seru seluruh Gamada FMIPA UGM .

Bertemakan sebuah production house, Pascal 2013 kali berjalan secara hikmat dan meriah kalo menurut saya. Perjalanan selama dua hari yang tak terlupakan dan tak bisa dinilai dengan uang dan walupun hanya dua hari banyak pelajaran yang sangat berarti dalam diri saya pribadi. pastinya setiap orang punya gambaran masing-masing tentang pascal .

            Hari ini adalah hari terakhir pascal, dan tentunya Gamada banyak yang sudah tidak sabar ingin melepaskan atribut pascal yang mereka kenakan , maklum saja kan . walaupun mereka adalah statusnya sudah menjadi mahasiswa namun mereka masih belum dapat semestinya mahasiswa sejati yang kuliah mencari ilmu dan mengabdikan diri mereka kepada tanah air tercinta. Tapi ada juga yang masih asik mengenakan atribut pascal ini.
            Pacal kali ini hanya dua hari saja , yah ... benar , itu sudah menjadi keputusan dari rektor dan tidak dapat diganggu gugat dan semua Mahasiswa UGM harus mematuhinya. Dengan rincian adalah ospek fakultas dua hari dan ospek univ selama dua hari juga. Tentnya bila kita ubah sudut pandang ke gamada. Maka bisa jadi itu adalah hal yang sangat memberatkan ataupun sangat mengasikan . lagi-lagi bergantung dari siapa kita berbicara. Tapi yang jelas kegiatan pascal dan ospek univ adalah kegiatan yang sangat menyita waktu dan sangat banyak bermanfaat terutama untuk gamada.
            Beralih ke Pascal, untuk fakultas MIPA khususnya sudah ditegaskan bahwasanya tidak diperbolahkan baik secara legal ataupun tidak legal mengenai kekerasan baik itu bersifat verbal ataupun non verbal .Sungguh sangat tidak mendidik dan sangat tidak bermoral bila ada suatu kegiatan yang berorientasikan tentang pengenalan kampus yang masih saja ada unsur kekerasan. Mungkin ini adalah suatu kegiatan yang sudah membudaya dan memang sangat susah untuk menghilangkannya . tapi untuk Fakultas MIPA , memalui persetujuan dari Dekanat, tindak kekerasan baik itu verbal dan non verbal tidak diperbolehkan . dan itu menjadi tantangan tersendiri dari pihak panitia selaku penyelenggara Pascal.
            Sebenarnya secara psikologis bila kita berlakukan tindak kekerasan pada anak-anak yang mengikuti orientasi lingkungan kampus itu tidak ada manfaatnya dan hanya justru akan menambah  rentetan sejumlah kasus yang ada dinegri ini mengenai korban kekerasan oleh panitia ospek atau sering kita sebut sebagai perploncoan. Kalo menurut saya , kalo kita sudah menjadi korban di masa lalu maka cukup sudahi sampai di situ saja mengenai apa yang telah kakak kelas kita lakukan kepada kita, jadikan itu sebagai pelajaran yang sangat berharga dan mulai detik itu juga rubahlah sejarah yang pernah ada. Masih banyak cara lain yang bisa dilakukan bila kita ingin disegani oleh para peserta didik, masih banyak hal yang banyak dilakukan selain kita memberikan presure yang tidak tepat kepada anak didik kita di masa orientasi .
            Hal yang sangat berbeda terjadi dalam ospek diperkuliahan bila dibandingkan dengan di SMA adalah adanya sosok seorang pemandu yang selalu setia kepada gamada. Setia menemani bila peserta didiknya merasa kesulitan atau kebingungan dengan apa yang ada. Dan adanya komunikasi yang berjalan dengan baik antara pihak panitia dan pihak peserta melalui sosok seorang pemandu ini. Bila hal itu berhasil dijalankan secara benar dan tepat maka pesan dan maksud dari panitia kepada peserta didik akan maksimal tersampaikan. Itu yang menjadikan kenapa ospek fakultas atau Univ itu lebih menyenagkan bila dibandingkan dengan ospek yang berada dilingkungan sma.
            Bicara menganai ospek yang ada di SMA , mungkin kalo bicara lancang saya bisa katakan itu adalah fase pembodohan. Yang saya bicara menganai apa yang saya alami 4 tahun lalu (baca: 2009) ketika saya masuk dilingkungan SMA yang sangat kental akan prestasi . Apa yang saya alami adalah sebuah fase dimana saya adalah sebuah objek yang dipermainkan oleh para panitia yang entah apa tujuannya tapi mereka melakukannya hanya meniru apa yang telah mereka alami ditahun sebelumnya. Dan dengan bodohnya mereka hanya melaksanakan tanpa mengkaji apa sih sebenarnya maksud dan tujuan dari ospek ini . memang hari-hari dimasa itu adalah hal yang takan terlupakan , yah karena itu adalah aib . aib yang tak terlupakan . kalo memang benar tujuannya adalah agak tidak terlupakan kenapa tidak memberikan kesan positif yang baik kepada peserta ospek .  sayangnya mereka hanyalah siswa sma yang melakukan hal yang mereka anggap itu asik dan menyenagkan .
            Memang benar , masa orientasi adalah masa dimana fase transisi dari lingkungan yang biasa kita lakukan dan kita jalani kepada fase dimana kita belum terbiasa ataupun berlum mengenal sama sekali dan orientasi adalah prosesnya. Tujuannya sudah jelas , pengenalan lingkungan , kebiasaan, culture, budaya dari apa yang kita tuju. Lantas apakah ada tujuan dari kekerasan verbal maupun non verbal ? kalo yang saya pahami , tujuannya simple . hanya ingin agar gamada patuh dan taat kepada tugas yang panitia berikan dan tidak melakukan hal-hal yang macam-macam. dan itulah yang menurut saya menghambat kebebasan berekpresi dari gamada tersebut .
            After all, dari yang saya alami. PPSMB Pascal kali ini lebih rapih dan agus mengenai management dari panitia kepada gamada . Yang lalu biarlah berlalu , hari esok masih panjang dan harus dijalani dengan maksimal . maka yang harus kita lakukan berikutnya adalah rubah sejarah kelam atau tidak sama sekali.



             


             

Komentar

Postingan Populer