Ini Galau ?

Pernah denger pribahasa “People who have pain, there is somethink difference” ,
Pernah denger bro ...... ?



Kalo gue tentu pernah denger , karena itu kata-kata gue yang ngucapin :p #justkiding.
Nah dari pribahasa tersebut kalo kita terjemahin ke dalam bahasa indonesia dan menurut kajian aku pribadi itu dikatakan bahwa seseorang yang pernah disakitin atau pernah berbuat kesalahan atau pernah melakukan sesuatu yang tidak baik baik itu untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain pasti akan ada sesuatu yang berubah. Bener bro , ada sesuatu yang berubah dari dirinya sendri. Tergantung dari siapa orangnya itu berbanding lurus sama perubahan mana yang akan ia ambil. Selaras dengan proses pendewasaan manusia . Pain disini akan adalah sama seperti proses dari menuju pendewasaan itu bro.


Nah ada beberapa dari kita yang sadar pernah melakukan Pain, Menerima pain, dan bahkan ia tidak tau kalao ia pernah menerima pain. Kalo menurut dari apa yang saya rasakan pribadi ada tiga jenis bro. Ya itu tadi ada yang dia sadar (dengan sendirinya), dia disadarkan (pasif), atau dia sampe sekarang tidak tahu apakah dia pernah tersakiti atau bahkan disakiti.


Saya secara pribadi adalah orang yang kadang tidak tau apakah itu salah atau kadang-kadang saya tau apa itu kesalahan saya. Jujur secara pribadi ada hal yang sangat mendasar yang saya kurang menguasainya. Bahasa, yah bahasa dalam berkomunikasi yang membuat saya ragu dalam berkomunikasi dengan sesama. Ada kalanya dalam berkomunikasi ada hal yang kurang tersampaikan atau bahkan tidak tersampaikan atau juga salah dalam penyampaian.
Lantas apa hubungannya dengan pain yang tadi saya paparkan dibagian yang pertama tadi dengan bahasa yang saya kuasai. Tentu sangat berhubungan , ada kalanya disaat saya pribadi dalam berkomunikasi dengan teman, sahabat, dan bahkan orang terdekat saya pernah mengalami sakit hati karena memang saya kurang ahli dalam berbahasa.

Kadang hal yang lucu pernah terjadi ketika saya memaparkan pandangan menganai sesuatu , ketika apa yang ada dikepala dan apa yang keluar dari mulut itu menjadi berkebalikan dan saya sadar setelah beberapa hari berikutnya, tentu harapan saya dengan apa yang terjadi hadapan saya akan sangat berkebalikan dan sangat memicu yang namanya konflik.

Nah ..... tentu sangat selaras dengan apa yang tadi saya sebutkan . bahwa saya adalah tipe orang yang sadar ketika ada orang lain mengingatkan dan kadang-kadang saya sadar dengan sendinya. Ada banyak hal yang membuat kekurangan (saya anggap iya) saya ini menjadi beban tersendiri yang harus saya hadapi sendiri . banyak belajar mendengar dan banyak belajar untuk memahami banyak suara yang saya dengar menjadikan saya mengerti akan pentingnya komunikasi dengan sesama.

Kalau saja ada memori yang menghitung jumlah orang yang telah saya sakiti (melalui kata-kata) dari saya kecil hingga saya sekarang ini tentu akan muncul angka yang sangat banyak sekali.  Tapi itulah yang namanya proses belajar. Akan ada kompensasi yang dibuat bila kita menginginkan perubahan yang lebih lebi lebih baik. Sama halnya ketika kita bersekolah , banyak kompensasi yang kita berikan agar kita mendapatkan ilmu , ketika kita harus menahan rasa ngantuk bangun pagi, ketika kita harus berjuang bangun pagi-pagi buta dan ketika kita harus membayarkan sebagian uang jajan kita untuk membeli apa yang ditugaskan dosen.
Jadi tentulah sangat banyak orang yang kita sakiti agar kita menjadi orang yang benar-benar bisa memahami diri kita secara pribadi dan mengenal orang lain . banyak hal yang orang lain korbankan untuk kita agar menjadi sosok yang dewasa dan menjadi pribadi yang luhur. Dan saya percaya mereka pasti tau .



Komentar

Postingan Populer