Perjalanan 29 jam Jogja - Semarang - Jogja

Ada pribahasa mengatahakan bahwa “pengalaman adalah guru yang sangat berharga”.
Yah memang sangat benar sekali , kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman yang banyak saya peroleh dari perjalanan 29 Jogja – Semarang – Jogja . Perjalanan yang sangat melelahkan dan sangat menyita tenaga.
Berawal dari sebuah surat yang diberikan oleh sekertaris BEM FMIPA , sebut saja dia Syahesti (nama samaran). Pada saat itu sontak terkaget ketika dia memberikan sebuah surat undangan dari RIC yang mengundang BEM untuk turut andil dalam lomba debat yang diadakan oleh RIC tersebut , kenapa saya terkeget ? yah wajar saja deadline pengumpulan nama yang akan ikut lomba tersebut 3 hari lagi . Apa yang terjadi ? Yah terjadilah .  saya menerima tawaran syahes untuk mengikuti lomba tersebut dengan catatan beri saya waktu untuk mengumpulkan beberapa pejuang dan tim yang tangguh untuk ikut serta dalam lomba tersebut . 




Waktu pun berlalu dan harus diakui kalau deadline 3 hari memang sangat cepat sekali . kebetulan saya dekat dengan salah seorang anak yang agak aneh dan punya banyak cadangan SDM , jadi gue tanya aja ke dia . ada gak anak2 yang bisa buat ikut lomba debat ? sebelumnya gue sih udah ada nama beberapa untuk ikut serta dalam lomba ini . tapi kendalanya itu masih butuh beberapa prodi agar dapat merata pengetahuan dan pengalamannya .

Dan beberapa hari kemudian si orang agak aneh ini (sebut saja Fernando) dapet beberapa nama yang didelegasikan nya . nah ternyata yang dia dapet itu lebih dari apa yang saya minta , yang diminta 1 yang dia kasih 2 . yah apaboleh buat kan ? sebenernya sih mudah mendapatkan orang yang  berkompeten dan memiliki pengetahuan yang luas di UGM. Pertama mahasiswa yang sudah menjadi mahasiswa UGM itu pasti meniliki pengetahuan yang luas jadi point pertama sudah didapat . nah sisanya untuk yang berkompeten itu tipsnya adalah kesungguhan hati untuk datang dengan rentan jangka waktu tertentu dari apa yang dijarkomkan .

Tak disangka ternyata semua nama yang disodorkan oleh dia itu datang semua , dan itu menandakan semua nama itu berkompeten dan sangat cerdas. Okeh deh apa boleh buat kan ? karena sangat bersemangat sekali akhirnya kita dengan penuh semangat mendaftarkan ke 3 tim tersebut . tapi ada sedikit gangguan untuk mengirimkan ke 3 tim delegasi tersebut .  ternyata dana yang di sediakan oleh bem ini hanya cukup untuk 2 tim dan uang transport pun hanya untuk 2 tim , jadi dengan sangat terpaksa akhirnya tim yang terakhir memakai anggaran pribadi dari orang gila ini (sebut saja fernando).

Ada hal menarik dari perjalanan ke 3 tim ini , oh iya sebelum saya panjang lebar berceita menganai 3 tim ini ada baiknya kalau saya mengenalkan ketiga tim ini . ada tim azmi, tim himang, dan tim najma . untuk anggota kelompok tersebut tim azmi tersdiri dari ibnu dan niken , untuk tim najma terdiri dari lindo dan hana , dan untuk tim himang terdiri dari himaya dan wenggih. Tentunya mereka dari latar belakang prodi yang berbeda .
Sangat hebat sekali kenapa ? karena untuk jadwal latihan mereka sendiri itu dimulai setelah UTS dan terhitung hanya 4 hari dari libur uts tersebut . untuk mosi yang disodorkan sendiri ada 13 mosi . artinya mereka dipaksa untuk memakan 13 materi yang mereka sendiri tidak tahu apa itu dalam waktu 4 hari . hebat kan ? yah memang hebat dan keren.

Nah saya sendiri adalah orang yang bertanggung jawab atas ketiga tim ini , jadi saya mendampingi , mengarahkan , dan memotovasi ketiga tim ini , meskipun pada kenyataanya tidak seperti itu . yah mungkin karena keterbatasan saya dan kurang berpengalamannya saya dalam memanagemnt sebuah tim , terutama sebuah tim debat .

Bicara soal tempat latihan debat , tempat yang menjadi favorit adalah ruang diskusi perpustakaan pusat ugm . kenapa ?karena disini ruang diskusinya tertutup dan tidak ada yang mengganggu lebih-lebih kita yang mengganggu orang lain (suara dari debatnya sangat ramai) . nah untuk yang melatih tim ini ? jujur saya sendiri agak susah untuk mentransfer ilmu dalam hal debat jadi kebetulan ada orang baik yang bersedia memberikan ilmunya , yah si jenius hafis dari kimia. Pengalaman debatnya bisa dibilang banyak jadi banyak hal yang dia ceritakan dan sarankan untuk ketiga tim ini . dari apa yang saya lihat mereka sangat antusias dengan beberapa sarannya. Sebetulnya sih mereka terkesan dengan rauk muka si hafiz hihihi....

Lanjut ke perjalanan .... dari hasil keputusan beberapa hari sebelum keberangkatan sih kita sepakat untuk dibagi 2 soal keberangkatan . ada yang mengguanakan motor dan ada yang menggunakan travel . kenapa gitu ? yah karena kita masih terbentur dengan UTS . untuk si ibnu dan azmi masih ada jadwal uts sampai jam 3 kemudian si niken dan si himaya gak bisa dibonceng .

Tapi , tapi dan tapi semua rencana tersebut berubah ketika H-1 . hebat kan ? akhirnya dari bebrapa saran dan hasil diskusi , ternyata si fernando ada kenalan yang mempunyai jasa penyewaan mobil yang bisa dibilang murah . (dalam hati) “kenapa lu gak bialang dari tadi ?” dan memang benar harga penyewaan avansa tersebut tergolong murah . untuk penyewaan 1 X 24 jam kita hanya dibebani Rp. 250.000 . tapi tidak dengan bensin dan tidak dengan supir . nah untk supirnya sendiri ternyata si najma sangat jago dalam hal menyetir mobil dan untuk bensin bisa diatasi dengan uang patungan .
Tepat pukul 16.50 kita berangkat dari kampus , dan tentunya sebelum berangkat kita tak lupa melakukan ritual seperti biasa (berdo’a dan ngumpulin duit patungan). Nah untuk catatan aja nih tapi tidak untuk di tiru . kapasitas mobil avanza itu untuk depan 2 orang tengah 3 orang dan belakang 3 orang jadi totalnya itu ada 8 orang. Tapi apa yang kita lakukan ? nah karena kita ada 3 tim ditambah saya jadi ada 10 orang . nah kesepuluh orang itu masuk ke dalam satu mobil yang yang sangat sangat tidak wajar . coba aja dibayangkan bagaimana rasanya bila duduk disebuah tempat yang sangat padat dan dipadatkan lagi . yah itulah keadaannya . ibarat sebuah panci presto , kita adalah bandeng-bandeng yang siap untuk dilunakan dagingnya. Tapi untungnya mobilnya ber AC jadi kita tidak kepanasan tapi kedinginan .

Perjalanan kita mulai dari kampus Mipa Utara yang sangat mewah . mobil melaju dengan perlahan dan pasti ke semarang . sangat mengesankan memang ketika kita melihat orang yang jauh lebih muda dari kita tapi dia sudah jago menyetir mobil ? kenapa bukan saya yang menyetir ? toh kita kan yang lebih tua (sebut saja) . tapi ya memang dia lebih jago nyetir kan dari pada kita jadi yah biarkanlah saja .

Lama-lama-lama-lama banget kita dimobil akhirnya dengan sangat singkat kita sampai di kota semarang . nah ada yang seru nih sesampainya di kota semarang , hal yang terseru saat kita dalam perjalanan adalah ketika kita nyasar . kita sampai dikota semarang itu malam hari , dan menurut instruksi dari tuan rumah (sebut saja nunung ) “kalau ambil tol habis masuk ambil arah kanan terus aa, nanti ambil ke pasar blablabla” nah yang didengar oleh si najma itu ambil arah kanan terus , dan kekananlah kita :D . apa yang terjadi ? arah pasar blablapun kelewat karena si najma ambil kanan terus dan sampailah kita ke johar :D .  nah kalau tujuan kita itu ke arah pedurungan tengah . akhirnya kita nyasar entah kemana . memang sebelumnya saya pernah kesemarang sebelumnya , tapi belum pernah nyasar sampai ke sini . untungnya johar deket dengan simpang lima , jadi ada gambaranlah bagaimana harus ke sana.

Ditengah kegalauan kami yang nyasar entah kemana , kita berada dalam dilema yang sangat memilukan . perut yang sudah lama tidak terisi kini mulai merontah-rontah memaksa kami berhenti ditengah jalan disebuah tempat makan yang membuat kami penasaran . namanya “MIE TIETIE “. Aneh kan ? dan ternyata memang aneh ,
Ibnu                 : “mbak masih ada mienya ?”
Mbak-mbak     : “masih mas  ”, saut mbaknya dengan muka merona
Ibnu                 : “adanya apa mba ?”
Mbak-mbak     : “adanya mie tapi pake daging babi ” , muka polos
Ibnu                 : “Oh”.. . lalu pergi like a boss
Dan begitulah mbak itu menawarkan produknya dengan sangat sopan :D
Entah apa yang akan terjadi dengan kami ketika mbak itu tidak bilang kalau mienya ada daging babinya . memang sebuah dilema ketika kita lapar dan ketika sebuah aturan yang harus ditaati untuk kebaikan kita . pada dasarnya warung makan tersebut tidak salah , dan kita pun tidak salah . berbeda halnya dengan dijogja , ketika menawarkan sebuah menu seperti itu , dengan sangat jelas terpampang dengan inisial B2 yang artinya babi . hahaha.... tapi pada akhirnya kita semua makan di sebuah warung makan yang mirim warung makan ayam lamongan dipinggir jalan dengan harha yang berbeda dengan dijogja .
Dengan rasa yang sangat lelah , akhirnya kita sampai di rumah bibi tepat pukul 11.20 .

bersambung......

Komentar

Postingan Populer