Air ini untuk mu , kau , dan dia
Awal tahun 2014 memang menjadi awal dari aktivitas
hujan yang meningkat. Sangat terlihat dari intentitas dan kualitas air hujan setiap
hari tak kunjung menurun. Dan yang pasti bukan hanya di daerah tertentu saja ,
tapi juga hampir semua wilayah Indonesia terguhur oleh air hujan.
Memang bicara tetang hujan adalah sebuah anugrah
yang telah tuhan beri kepada kita mahluk ciptaannya . bukan hanya manusia, tapi
tumbuhan , binatang, dan alam ini membutuhkan hujan. Tek terkecuali diri
menusia sendiri sangat membutuhkan air hujan.
Air adalah sumber kehidupan, dimana ada air, pasti
disitu ada kehidupan . walaupun sekilas dengan mata telanjang terlihat itu
terlihat terisolasi dari mahluk hidup , tapi bila kita lihat dengan lensa yang
sangat peka, maka akan dapat dilihat banyak kehidupan di air ini.
Namun , fenomena yang terjadi saat ini banyak dari
manusia yang tidak menysukuri apa yang telah tuhan berikan untuk kita. Tampak dari
ketika kehadirannya sudah tidak lagi dibutuhkan malahan sangat dirisaukan. Dan mereka
pun bukan karena alasan, disaat air hujan turun maka disaat seperti itupun
banjir tiba.
Banjir adalah fenomena bencana alam . banyak
penyebabnya . namun yang sering dan sangat nyata bisa dilihat di lingkungan
masyarakat ironisnya manusialah yang membuat bencana itu snediri.
Lalu dari sinilah manusia mulai membuang rasa
syukurnya karne terlalu banyak air hujan yang turun. Terlalu banyak air , namun
saluran dari pembuangan air limbah tersebut terlalu sempit atau bahkan
terhalang oleh ulah manusia.
Dan sekali lagi, air hujan yang tuhan turunkan untuk
semua ciptaannya selalu didustakan oleh manusia bahwa air itu adalah pembawa
bencana.


Komentar