Day 12 : Hai Kau ....

Dear Kamu,
Dulu kau adalah mahluk kecil yang lemah , tak berdaya, butuh belas kasihan orang dan butuh kasih sayang . Selalu menangis siang dan malam, mencari perhatian orang-orang disekitarmu. Membuat masalah dengan tingkah lakumu, dan selalu membuat marah dengan kebiasaanmu.

Hai kau ...
Dulu kau mahluk kecil tak berdaya yang selalu meminta-minta banyak hal, yang kadang permintaanmu itu tak masuk nalar . selalu meminta ini , meminta itu dan merengek. Kau ini begitu cengeng dan tidak tahu bagaimana bersikap tegar dan tenang.

Hai kau ....
Anak-anak seusiamu sudah tumbuh menjadi orang, dan kamu masih dengan kemanjaanmu dan kemalasanmu membuat keadaan menjadi semakin parah . kau sebut itu tanggung jawab , tapi yang ada hanyalah mengalihkan masalah satu ke masalah lainnya . apa itu yang kau sebut dengan tanggung jawab.

Hai kau ....
Kadang hidup ini keras, kadang hidup ini kejam , kadang hidup ini begitu dusta , tapi kau hanya diam di tempatmu yang nyaman . kadang kau maju selangkah lalu mundur dua langkah . Kau takut akan memulai dan berlalari untuk segera mengakhirinya .

Hai kau ....
Masalah ada untuk dihadapi dan dituntaskan bukan ? kadang kau lari dari masalah dan terus berlari . menjauhinya dan tak menoleh untuk yang kedua kalinya . kau sebut itu dewasa ?

Hai kau ....
Kadang kebahagiaan telah membutakan pintu hatimu yang sempit . kadang kau terlalu buta untuk melihat keindahan isi dunia . dan kadang kau bisu untuk mengatakan kalau itu ada.

Hai kau ...Kau selalu ragu ,
Kau selalu enggan berlari ,
Kau hanya melihat ,
Kau hanya menggretak ,
Kau hanya bisa memandang ,
Kau hanya bisa meminta ,
Kau hanya bisa merengek ,
Kau hanya bisa jadi orang berengsek,
Kau hanya bisa jadi beban,
Kau hanya bisa bermimpi ,
Dan kau hanyalah kau ....

Hai kau ...
Kau boleh puas, karena sebagian apa yang kau harap dan kau minta telah tercapai . kau boleh puas dan tertawa. Lalu menangis di kemudian hari .
Kau selalu membanggakan setetes air yang ada di tanganmu dan lupa dengan luasnya lautan.
Kau selalu membangkan kemampuan yang baru kau dapat dan lupa dengan orang yang jauh lebih berpengalaman dari pada kau .
Kau selalu meremehkan orang – orang yang baru kau kenal , padahal jelas-jelas mereka jauh lebih baik dari pada kau .

Kau masih jauh dari apa yang diharapkan orang tuamu , mereka yang membuat kau selalu sehat , dan selalu membangunkan kau di saat pagi, dan selalu berdo’a untuk kau di setiap hembusan nafasnya .
Sekarang kau mungkin hanya menjadi beban bagi mereka, sekarang kau mungkin hanya bisa bisa merengek meminta uang jajan , sekarang kau hanya bisa membuat mereka merasa cemas, sekarang kau hanya bisa jadi beban mereka . yah ,.... mungkin kau yang sekarang seperti itu .
Tapi , kedua orang tuamu selalu menunggu . menunggu kau datang dengan senyuman hangat dan mengucapkan “Terima Kasih”.

Hai kau ...
Kadang kau lelah mengejar tujuan hidupmu yang begitu indah, memang melelahkan dan sangat sulit untuk di lalui . Problematika selalu datang bagai derasnya ombak yang menerjang batu karang dan kau selalu gagal untuk mendapatkannya . Kadang kau lelah selau gagal mencoba .

Hai kau ...
Sudah banyak waktu yang kau habiskan untuk sampai di titik ini, sudah banyak pengorbanan yang telah kau lakukan . sudah banyak air mata yang telah kau titihkan . orang-orang menganggapmu dewasa, disiplin, dan baik. Tapi, yang ada dimataku kau hanyalah orang bodoh yang selalu membuat kesalahan dan kesalahan . kau mengacau dan selalu lari dari tanggung jawab. Kau ada dan kesalahan itu datang ketika kau datang.

  
Hai kau .....
Cepatlah tumbuh dengan cepat, cepatlah kau capai apa yang kau anggap itu indah . cepatlah kau tumbuh dewasa dan bisa dibanggakan oleh orang tuamu . cepatlah kau menjadi panutan bagi adik-adikmu . dan cepatlah kau menjadi manusia yang berguna bagi semuanya .



Dear kau , Selamat ulang tahun yang ke 22. – kejarlah apa yang menurutmu itu indah kawan .




Komentar

Postingan Populer