Day 20 : Kucing Nasi dan #ahsudahlah

Minggu 23 maret 2014 adalah hari bersejarah dalam hidup gw, hari dimana gw kebagian jemput seorang manusia yang telah selesai menjalankan dan melaksakan sesuatu di kota asalnya (BACA : Cirebon) . ini bukan soal sejarah, tapi ini adalah sudah menjadi rutinitas bagi penghuni kontrakan yang masih di kontrakan bertugas menjemput mereka yang pulang kampung .
Sebenernya sih ini jatah gw yang pertama setelah 2 tahun mengontrak . gak terlalu ribet dan gak terlalu suah. Hal apa aja yang lu butuin ketika lu jemput temen kontrakan atau kosan adalah sebuah helm dengan asumsi lu udah dapet helm dan gak dapet minjem. Masalah akan timbul ketika lu jemput temen di stasiun atau terminal dan gak bawa helm.lu bisa mati di tengah jalan karena menghindari polisi lalu lintas. Yah itu gak penting.


Ada suatu ketika itu gw sebagai orang yang gak punya salah apa-apa dan akan dijemput oleh temen kosan. Ketika itu presiden ESBEYE yang sangat alay naik kreta , tujuannya sih kalau gak salah mau menemui korban gunung kelud. Imbasnya bisa lu bayangin dan rasain sendiri. kereta yang dijadwalkan sampai di Jogja pukul 9 itu bisa sampai jogja pukul 1 pagi. Dan dengan tampang tidak berdosa gw tetep aja mintain temen buat jemput. Yah .... itulah teman sejati yang gak kenal lelah menjemput temannya .
Coba lu bayangin , Seorang presiden ESBEYE naik kereta dan kalian adalah salah satu orang yang naik kendaraan ini juga tapi beda kereta. Logika logis dari penjaga kereta adalah mendahulukan laju kereta ESBEYE dari pada kereta yang lainnya , tapi nyatanya jalur kereta hanya ada satu dan sampai sekarang belum nambah lagi.
Sungguh sangat membetekan sekali kalau kalian ada di sana, kalian bisa mati berdiri karena bete-nya.
Pikir gw, kenapa dia gak naik kendaraan kepresidenan yang lain seperti Jetpribadi, Mobil pribadi, atau delman. Kenapa harus memakai kendaraan yang laju lajurnya hanya ada dua. Yah mungkin pertanyaan itu bisa dijawab oleh rumput yang bergoyang-goyang kesana kemari.

Tapi , untungnya tanggal 23 Maret bukan jadi hari sial gw karena kereta dateng tepat pada waktunya dan gw bisa jemput temen gw jam 9. Nah entah gw lagi manjur atau emang lagi beruntung. Ketika gw nyampe di sana , gw ketemu sama mas sumarto, salah satu alumni smanda yang lagi ada kegiatan di jogja. gw diajakin makan gitu di tempat yang keren. *katanya.

Okeh deh ... nampaknya gw akan dapet makanan gratis . dengan semangatnya kita berangkat ke suatu tempat deket malioboro . suatu hal yang sangat istimewa adalah makanan gratis untuk mahasiswa yang hidup di tanggal tua. Mereka bagaikan singa yang kelaparan di tengah hutan, jadi kalau ada yang nawarin makanan *apapunitu pasti diembat.

Perjalanan dengan kuda besi yang tadinya menuju tempat persinggahan yang nyaman kini berubah menjadi tempat yang mengenyangkan dan sedikit bernostalgia dengan suasana kota yang nyaman. Kita berhenti di sebauah tempat yang disebut sebagai ciri khas dari kota Jogja, kita berhenti di dekat tuku tepatnya di KR (Kedaulatan Rakyat) yang ada penjual Nasi Kucingnya.

Buat elu elu yang belum tau apa itu nasi kucing , mendingan coba cicipin. Nasi kucing adalah bukan kombinasi Nasi liwet dengan Kucing bakar sebar, melainkan sebuah nasi yang bisa dimakan dengan sekali lahap (*Gw) dan lauk yang beraneka ragam. Biasanya sih di nasi kucing itu ada lauk yang random misalkan ikan asin teri, oreg, atau bahkan ayam. Gw lebih berselera dengan nasi kucing yang lauknya ada terinya. Mungkin kenapa dinamakan nasi kucing, karena lauknya teri (kan kucing suka teri #ahsudahlah).



Sayangnya sebelum gw berangkat dari kontrakan, gw udah keburu diner sama orang. Jadi perut gw udah terisi maksumal. Padahal kalo gw belum makan , perut gw udah Pecaaaah di buatnya dengan nasi kucing ini.
Kemampuan gw yang sebarnya bisa saja gw keluarin , kemampuan yang sudah terasa semanjak menjadi mahasiswa yang selalu buas ketika datang menu gratis-an . kemampuan gw yang sudah terasa membuat gw bisa saja melahap nasi kucing tiga bungkus dengan tiga langkah . tapi sangat disayangkan gw hanya bisa menikmati lauknya doang. Maklum aja gw udah kenyang bingit makan batu . akhirnya kemampuan gw yang sangat hebat itu hanya bisa gw pendem dalam-dalem di lubuk hati gw yang terdalam.


Komentar

Postingan Populer