Diatas adalah beberapa dokumentasi pribadi penulis
yang sengaja merangkum sebagian rasa resah , galau, gundah, dan dongkol dengan
apa yang sedang terjadi belakangan ini. Lebih tepatnya kecewa dengan kampanya
yang telah dilakukan oleh sebagian besar parpol
yang ada. Bukan bermaksud memojokan parpol, tapi realita yang terjadi seperti
itu dan saya gak mau menyebutkan parpol mana yang sudah membuat para penghuni
dunia maya terbangun dari tidur nyenyak mereka.
Kita bahas satu persatu kenapa mereka bisa kecewa
dan gunda gulana. Tapi maaf yah kalo udah terlanjur baca dan bahasa yang
digunakan sedikit agak aneh, karena memang saya aneh kalo sedang menulis.
Yang pertama – Kampungan
Masih saja dijaman yang sebagian orang kampung
menggunakan smartphone para kader partai atau simpatisan masih menggunakan pola
lama tahun 2000-an dalam berkampanya. Kampungan yang saya maksud adalah mereka
mengumpulkan masa dengan menggunakan warna baju yang sama – like merah, kuning,
ijo, ungu, biru, putih . Entah karena Jurkam mereka tidak punya rasa seni atau
karena mereka tidak mengerti seni. Tapi mereka dengan bangga memakai seragam
mereka yang kampungan.
Selain tidak memiliki nilai seni, kaos yang berwarna
itu harganya gak lebih dari 10K . maklum sih kan cetaknya masal jadi harganya
harus murah. Kalao mahal kan rugi besar :p
Yang kedua – Konvoi yang norak
Entah kenapa metode konvoi dengan menggunakan motor
di jalan masih saja di lakukan oleh sebagian parpol . gak masalah sih kalo
kampanyanya itu mendidik dan memberikan harapan baru buat warga dan menarik
rasa simpati masyarakat. Kenyataan di lapangan memang jauh dari harapan
sebagian masyarakat.
Coba liat lagi deh dokumentasi diatas ?
Menurut gw pribadi , kampanya yang model norak seperti
itu udah gagal dan mending gak usah dilakuin.
Kampanya model rokat yang gw maksud itu begini kalo
masih belum ngerti .
- Make
kendaraan pribadi , like –motor, mobil dll yang itu make subsidi bbm .
- Kendaraan
yang dipake itu kebanyakan make kenalpot like a sompret-an taun baru.
- Menerobos
apa saja yang ada dijalan.
- Konvoi-nya
itu buanyak benget .
- Mengganggu
ketertiban umum
Masih banyak lagi sih , dan presepsi orang pasti
beda-beda soal kampanya model kaya gini. Tapi sepakat , sangat menggangu bingit
ketertiban umum.
Yang keTiga – kampanya apa ngajak Ribut ?
Dari dulu nanya sama rumput yang bergoyang, sebenernya
kampanya itu ngajak siapa sih ?
tapi sampai sekarang belum ada jawaban yang pas
di telinga gw. entah untuk siapa kampanya itu.
Tapi , logika gw berfikir dan
hati gw tetep mengeluh . apa sih yang diharapin dari kampanya model tahun 2014
gini. Kok mereka gak berfikir yah , dari tahun ke tahun jumlah golput semakin
meningkat.
Kenapa model kampanya yang dilakuin tetep kaya gitu aja ?
apa karena otak mereka yang sempit atau karena udah gak ada ide lain ?
yang ada di mata gw ketika gw ngeliat kampanya model
sekarang itu – mereka mengumpulkan masa , mereka membuat kerusuhan, mereka
meng-gw-gwkan dirinya , mereka merasa partainya adalah yang terbaik dan terkuat
.
mereka
kok gak mikir yah , emangnya yang milih mereka itu hanya simpatisan doang ?
berapa
sih jumlah simpatisan dan loyalis partai yang mereka miliki ?
mereka
gak ngeliat data dan fakta tentang berapa total jumlah golputers yang idup di
muka bumi ini ?
Yang keEmpat – bersambung (masih banyak yang lucu
soalnya)
Saran gw aja sih – kampanya yang bagaimana ?
Setelah gw tanya rumput yang bergoyang – sedikit jawaban
yang dia beri terkait pentingnya sebuah kampanya .
Dia jawab – kampanya itu penting . udah cuman itu .
Mungkin penjabarannya gini – kampanya adalah metode
yang dilakukan para bakal calon yang akan mewakilkan rakyatnya . tanpa adanya
kampanya mereka akan buta akan siapa dan dengan siapa suara mereka di bawa
pergi. Timbal balik yang terjadi ketika kampanya itu akan berhasil tersampaikan
ketika orang-orang tau apa fisi – misinya dan mampu meyakinkan sebagian masyarakat
.
Kampanya itu bukan cuman untuk para loyalis dan para
simpatisan partai belaka, tapi untuk semuanya. Untuk begagian parpol mereka
hanya berkampanya dihadapan simpatisannya dan loyalisnya saja , padahal kalo
secara logika mereka gak usah dikampanyakan lagi juga sudah pasti memilih parti
yang mereka simpatisi dan loyalisi juga.
Entah karena bego atau tolol, pola kampanya
masih saja seperti jaman prasejarah. Masih menggunakan pola-pola lama yang
tidak mendidik. Kasian aja sih sama para aktivis yang membela-bela KPU yang
menyuruh mereka untuk cermat dalam memilih wakilnya dan untuk tidak golput, Jerih
payah mereka tidak ternilai . sayangnya semangat mereka bertolak belakang
dengan kampanya model jaman dulu like a preman like a boss yang se-enak dewe
wae. Para calan yang akan memilih yang sudah tersinari oleh para aktivis
pembela kebenaran harus berfikir seribu kali untuk menggunakan haknya karena
mereka melihat realita dilapangan yang berbeda dengan apa yang aktivis
ceramahkan. Di satu sisi para aktivis menceramahi untuk menjadi pemilih yang
cerdas, disisi lain para bakal calon yang akan mereka pilih melakukan kampanya
yang membuat pemilih illfill. Gw anggap wajar kalo masih ada yang memilih
golput, dan gw sebagai manusia yang percaya kalo rumput itu bisa ngomong tetep
menghargai mereka para golputers.
Dari pada menggunakan uang kampanya untuk membeli hal-hal yang sia-sia dan habis pakai, coba deh para caleg untuk menggunakan uang mereka untuk membangun bangsa. Banyak yang berfikir kalau mereka yang menggunakan uang mereka untuk kampanya ber-triliun-triliun itu untuk bisa balik modal. pemilih udah cerdas sekarang , dan harusnya pola kampanye juga harus yang mencerdaskan.
Komentar