Day 21 : kampanya fail

Dokumentasi Pribadi Penulis

Dokumentasi pribadi Penulis

Dokumentasi Pribadi penulis

Dokumentasi Pribadi Penulis

Dokumentasi Pribadi Penulis


Diatas adalah beberapa dokumentasi pribadi penulis yang sengaja merangkum sebagian rasa resah , galau, gundah, dan dongkol dengan apa yang sedang terjadi belakangan ini. Lebih tepatnya kecewa dengan kampanya yang telah dilakukan oleh sebagian besar parpol yang ada. Bukan bermaksud memojokan parpol, tapi realita yang terjadi seperti itu dan saya gak mau menyebutkan parpol mana yang sudah membuat para penghuni dunia maya terbangun dari tidur nyenyak mereka.
Kita bahas satu persatu kenapa mereka bisa kecewa dan gunda gulana. Tapi maaf yah kalo udah terlanjur baca dan bahasa yang digunakan sedikit agak aneh, karena memang saya aneh kalo sedang menulis.

Yang pertama – Kampungan
Masih saja dijaman yang sebagian orang kampung menggunakan smartphone para kader partai atau simpatisan masih menggunakan pola lama tahun 2000-an dalam berkampanya. Kampungan yang saya maksud adalah mereka mengumpulkan masa dengan menggunakan warna baju yang sama – like merah, kuning, ijo, ungu, biru, putih . Entah karena Jurkam mereka tidak punya rasa seni atau karena mereka tidak mengerti seni. Tapi mereka dengan bangga memakai seragam mereka yang kampungan.
Selain tidak memiliki nilai seni, kaos yang berwarna itu harganya gak lebih dari 10K . maklum sih kan cetaknya masal jadi harganya harus murah. Kalao mahal kan rugi besar :p

Yang kedua – Konvoi yang norak
Entah kenapa metode konvoi dengan menggunakan motor di jalan masih saja di lakukan oleh sebagian parpol . gak masalah sih kalo kampanyanya itu mendidik dan memberikan harapan baru buat warga dan menarik rasa simpati masyarakat. Kenyataan di lapangan memang jauh dari harapan sebagian masyarakat.
Coba liat lagi deh dokumentasi diatas ?

Menurut gw pribadi , kampanya yang model norak seperti itu udah gagal dan mending gak usah dilakuin.
Kampanya model rokat yang gw maksud itu begini kalo masih belum ngerti .
  •         Make kendaraan pribadi , like –motor, mobil dll yang itu make subsidi bbm .
  •     Kendaraan yang dipake itu kebanyakan make kenalpot like a sompret-an taun baru.
  •     Menerobos apa saja yang ada dijalan.
  •     Konvoi-nya itu buanyak benget .
  •     Mengganggu ketertiban umum

Masih banyak lagi sih , dan presepsi orang pasti beda-beda soal kampanya model kaya gini. Tapi sepakat , sangat menggangu bingit ketertiban umum.
  
Yang keTiga – kampanya apa ngajak Ribut ?
Dari dulu nanya sama rumput yang bergoyang, sebenernya kampanya itu ngajak siapa sih ? 
tapi sampai sekarang belum ada jawaban yang pas di telinga gw. entah untuk siapa kampanya itu. 
Tapi , logika gw berfikir dan hati gw tetep mengeluh . apa sih yang diharapin dari kampanya model tahun 2014 gini. Kok mereka gak berfikir yah , dari tahun ke tahun jumlah golput semakin meningkat. 
Kenapa model kampanya yang dilakuin tetep kaya gitu aja ? 
apa karena otak mereka yang sempit atau karena udah gak ada ide lain ?

yang ada di mata gw ketika gw ngeliat kampanya model sekarang itu – mereka mengumpulkan masa , mereka membuat kerusuhan, mereka meng-gw-gwkan dirinya , mereka merasa partainya adalah yang terbaik dan terkuat .
mereka kok gak mikir yah , emangnya yang milih mereka itu hanya simpatisan doang ?
berapa sih jumlah simpatisan dan loyalis partai yang mereka miliki ?
mereka gak ngeliat data dan fakta tentang berapa total jumlah golputers yang idup di muka bumi ini ?

Yang keEmpat – bersambung (masih banyak yang lucu soalnya)

 Saran gw aja sih – kampanya yang bagaimana ?
Setelah gw tanya rumput yang bergoyang – sedikit jawaban yang dia beri terkait pentingnya sebuah kampanya .
Dia jawab – kampanya itu penting . udah cuman itu .

Mungkin penjabarannya gini – kampanya adalah metode yang dilakukan para bakal calon yang akan mewakilkan rakyatnya . tanpa adanya kampanya mereka akan buta akan siapa dan dengan siapa suara mereka di bawa pergi. Timbal balik yang terjadi ketika kampanya itu akan berhasil tersampaikan ketika orang-orang tau apa fisi – misinya dan mampu meyakinkan sebagian masyarakat .
Kampanya itu bukan cuman untuk para loyalis dan para simpatisan partai belaka, tapi untuk semuanya. Untuk begagian parpol mereka hanya berkampanya dihadapan simpatisannya dan loyalisnya saja , padahal kalo secara logika mereka gak usah dikampanyakan lagi juga sudah pasti memilih parti yang mereka simpatisi dan loyalisi juga.

Entah karena bego atau tolol, pola kampanya masih saja seperti jaman prasejarah. Masih menggunakan pola-pola lama yang tidak mendidik. Kasian aja sih sama para aktivis yang membela-bela KPU yang menyuruh mereka untuk cermat dalam memilih wakilnya dan untuk tidak golput, Jerih payah mereka tidak ternilai . sayangnya semangat mereka bertolak belakang dengan kampanya model jaman dulu like a preman like a boss yang se-enak dewe wae. Para calan yang akan memilih yang sudah tersinari oleh para aktivis pembela kebenaran harus berfikir seribu kali untuk menggunakan haknya karena mereka melihat realita dilapangan yang berbeda dengan apa yang aktivis ceramahkan. Di satu sisi para aktivis menceramahi untuk menjadi pemilih yang cerdas, disisi lain para bakal calon yang akan mereka pilih melakukan kampanya yang membuat pemilih illfill. Gw anggap wajar kalo masih ada yang memilih golput, dan gw sebagai manusia yang percaya kalo rumput itu bisa ngomong tetep menghargai mereka para golputers.

Dari pada menggunakan uang kampanya untuk membeli hal-hal yang sia-sia dan habis pakai, coba deh para caleg untuk menggunakan uang mereka untuk membangun bangsa. Banyak yang berfikir kalau mereka yang menggunakan uang mereka untuk kampanya ber-triliun-triliun itu untuk bisa balik modal. pemilih udah cerdas sekarang , dan harusnya pola kampanye juga harus yang mencerdaskan. 







Komentar

Postingan Populer