Day 9 : Perjalanan 48 Jam Jogja - Serang – Jogja

Yah .... tanggal 7 Maret 2014 gw harus rela pulang pergi ke suatu tempat yang jauh disana buat melakukan suatu ritual yang keren banget . alasan ritual keren udah cukup kali yah dijadikan alasan untuk melakukan perjalanan itu . gw memulai perjalanan dari yang namanya sebuah kamer yang berukuran tiga kali empat di siatu kecamatan sleman, Yogyakarta. Sempet galau menentukan tanggal keberangkatan , akhirnya dengan segala pertimbangan dan ketidak pastian akhirnya gw mutusin buat berangkat tanggal segitu.
Selalu ada saja orang baik yang di deket gw untuk melakukan interaksi yang istimewa . nganterin gw ke stasiun itu nama ritualnya , dan inisial F adalah orang yang mau berbaik hati ngelakuinnya . sebenernya sih yah gantian , yah tapi sebut saja kaya gitu .

Sampai di sebuah stasiun yang keren gw nungguin sebuah kereta yang menuju tempat yang gw tuju dan gak tau seberapa sabarnya gw bakalan duduk di sebuah kursi yang ukurannya dua kali dua pantat orang.
Tapi biarpun tempat itu hanya berukuran dua kali dua pantat orang , selama perjalanan gw nyaman. Bagaimana gak nyaman, samping, depan , dan sampingnya lagi kosong . sepertinya kereta ini terlalu keren buat gw sampai-sampai gak ada penumpang yang make. Sekilas gw liat sekeliling dua buah kursi yang berhadapan hanya di isi satu samapai dua penumpang. Idealnya sih empat penumpang . dari tiket yang gw beli , tertulis kalau ini kereta ekonomi, tapi keadaan berkata lain dan kondisi di dalamnya pun mengiyakan juga. Tapi yah sudahlah , yang penting gw enjoy ngelakuin perjalanan ini .

Sepanjang perjalanan gw cuman terkagum-kagum sama managemen perkeretapian sekarang , entah apa yang terjadi diantara mereka tapi ini tampak keren banget dan gw bangga naik kereta api .
Dulu – dulu banget pas jamannya gw pendaftaran ke jenjang lebih tinggi gw pernah naik kereta buat mencari jati diri gw di sebuah sekolah tinggi ilmu statistik yang letaknya itu ada di jakarta dan gw ada di cirebon. Dibuat lebay, satu-satunya transportasi masal yang ada waktu itu hanya ada kereta . jadi terpaksalah kita berempat sepakat untuk memakai jasa kereta itu .
Gw jelasin dengan sedetel-detailnya yah keadaan kereta waktu itu .
Pertama , satu gerbong kelas ekonomi yang idealnya berisi penumpang 106 orang (terlihat dari tulisannya ) tapi keadaan dilapangan itu bisa beda banget . waktu itu keadaannya semerawut banget . gw gak bisa nafas sepanjang perjalanan dan sepertinya jumlah penumpang yang ikut baik dalam satu gerbong itu kira-kira 200 manusia yang belum mandi dan bau badan. Wajar kalau waktu itu banyak penumpang yang mengalamin sesak nafas hingga muntah-muntah sepanjang perjalanan.

Yang membuat parahnya keadaan bukan hanya banyaknya penumpang , tapi orang-orang yang alay dan gak tau malu . banyak yang merokok sembarangan, banyak juga yang meludah ke mana-mana . yang gak bisa ditolerir itu kentut sembarangan . banyak korban berjatuhan akiat banyak yang kentut sebarangan . tapi untungnya gw gak jadi korban , karena gw yang pertama kali kentut pas kereta itu .
Lanjut di perjalanan , di kereta yang mengantarkan jati diri gw itu ada mahluk aneh yang membawa barang-barang dari surga. Ada yang di gendong, ada yang ditaroh di atas kepala, ada juga yang ditaro di bawah ketek. Tapi itu isinya barang-barang dari surga , dan manusia-manusia bau yang ada di dalam gerbongpun menikmatinnya dengan lahap. Tapi gw juga sempet merasakan enaknya makanan dari surga itu (makanan kali dua).
Tapi , ada hal yang membuat gw jengkel dengan tingkah laku para mahluk aneh yang membawa makanan dari surga itu. keberadaan mereka itu dibutuhkan oleh sebagian manusia bau di dalam gerbong tapi mereka melakukan tindakan-tindakan aneh yang gak bisa gw talar pake dengkul. Banyangin aja, dalam gerbong ada 200 penumpang yang idealnya 106 penumpang. Otomatis di tengah –tengah jalan itu ada penumpang yang berdiri, dan mahluk aneh ini menjajakan makanan dari surga ini melewati mereka yang ada di tengah-tengah tadi . entah bagaimana caranya tapi mereka bisa melakukannya . mungkin mereka loncat dari pundak ke kepala dan dari kepala ke pundak manusia bau yang ada di tengah jalan tadi.

Yah itu tadi sekilas kekaguman gw dengan keadaan perkereta - apian  indonesia yang dulu sempet mengantarkan gw mencari sebuah jati diri dan sekarang yang mengantarkan gw ke suatu tempat nan jauh di sana.
Keadaan yang sekarang terjadi di depan mata gw itu bertolak belakang dengan barusan tadi gw paparin. Gw acungin sepuluh jempol ini buat PT KAI Indonesia, tapi masih ada yang harus dibenahi juga setelah pencapaian yang udah berhasil diraih. Dan gw percaya pasti bisa melaksanainnya.

Perjalanan pun gak secepat yang gw bayangin, tujuan akhir dari langkah kaki gw ini adalah sebuah kota di sebuah profinsi yang letaknya di pojok kulom pulau jawa. Yah ada di sebuah profinsi banten dan gw mau ke serang . jarak dari serang ke Yogyakarta kurang lebih satu minggu lamanya kalau kalian nyoba jalan kaki . tapi gw percaya cuman orang jaman dulu yang keren lah yang bisa melakuinnya . kalau kerang mah kagak percata gw .

Nah ada yang mengganggu mata gw sewaktu dalam perjalanan ini, gw melihat bidadari dan bersama mahluk paspasan yang sedang mendorong kereta kecil yang ada makanannya . gw kira itu adalah sebuah kereta makanan tapi ternyata iya . bidadari dan mahluk pas-pasan itu ternyata berjualanan menjual makanan berat dan makanan ringan kepada para penumpang.

Tapi, dengan segala kehormatan yang gw punya gw putusin buat bersabar untuk tidak membeli makanan itu . gw pikir harganya bisa jauh-jauh lebih mahal dari pada apa yang ada di depan mata gw . jadi gw putusin buat menahan perut gw yang sedang minta jatah preman.
Satu jam berlalu, tiga jam berlalu ternyata gak ada yang jual makanan selain mahluk indah itu dan mahluk pas-pasan itu . entah kenapa kehormatan gw gak bisa di jaga dan akhirnya gw membeli sebuah nasi kotak yang dikemas dengan keren dengan malu-malu. Pas gw tanya berapa harganya dan mahluk indah itu menjawab gw cuman bilang iya . gak setelah mahluk indah itu menjauh gw baru sadar kalau gw baru aja di rampok secara tidak langsung . harga satu kotak nasi rames itu dua puluh enam ribu rupiah . kalau itu di jogja harga sebesar itu bisa buat makan satu hari dan lauknya ayam. Tapi di sini, di kereta ini ... ahsudahlah.
Akhirnya tak terasa sudah tiga belas jam gw berada di kerata dan gw sampai di sebuah stasiun yang kecil bernama stasiun serang dan disinilah gw memulai perjalanan baru menjalani ritual yang keren.




Komentar

Postingan Populer