PaperAlay : Pendahuluan
Ah.... Bosen gak ada tema nulis yang menantang,
mungkin sudah saatnya nulis sesuatu yang lebih berat kali yah ? like a batuh 50
Ton, atau Truk Tronton dan sejenisnya dan biar bisa bermanfaat gw nulis seuatu
yang udah gw review sebelumnya dari Jurnal #eaa.. agak berat sih . tapi tenang
aja . gw nge-post kaya gini kalau lagi kesurupan sama tugas kok .
Nah untuk tulisan gw yang berat ini mungkin enaknya
gw klasifikasiin dari yang lainnya yah .. kasi tag yang agak keren dikit . Dan
gw mutusin untuk make Tag #PaperAlay. Gak nyambung sih tapi #ahsudahlah.
Nah untuk tulisan perdana gw yang bedah paper , gw
ambil dari paper review yang panjangnya Naudzubillah , bahasa planet lain lagi
#ahsudahlah.
Nah judul yang gw pilih adalah “Image Processing on
Facial Paralysis for Facial Rehabilitation System: A review” . Kalau dibahasa
indonesiakan artinya Image Prosesing pada kelumpuhan Wajah untuk system
rehabilitas wajah . keren kan judulnya ? tapi gak kaya isinya . isinya amat
sangat membingungkan , bahkan untuk ukuran gw yang masih cupu.
Paper ini berkisah tentang aplikasi dari Image
prosesing yang bermanfaat dalam penyembuhan pasien yang wajahnya lumpuh,
maksudnya lumpuh di sini karena kecelakaan atau sejenisnya . jadi wajahnya gak
simetri , makanya di sebut paralys tadi.
Nah kalu belum tau apa itu image prosesing , mending
cari dulu pengertiannya di google.com atau ambil mata kuliah PCD (Pengolahan
Citra Digital). Di mata kuliah itu banyak sekali membahas tentang Computer
Vison atau computer yang bisa melihat .
| sumber : http://www.co-de-it.com/wordpress/oop5-processing-workshop_rome_report.html |
Kembali lagi ke Paper tadi – Wajah adalah aset yang
sangat berharga,terlepas dari semua organ adalah penting. Maksudnya wajah itu
penting adalah wajah sudah menjadi pintu kita keluar dari dunia kita sendiri ke
dunia global atau alam semesta . Gak ngerti yah ? #ahsudahlah. Intinya wajah itu penting .
Dengan adanya wajah , kita dapat berkomunikasi dengan lebih effektive terhadap
lingkungan kita . dan memang komunikasi tereffektive itu apalagi kalau bukan
face to face (wajah ke wajah) . komunikasi yang telah melibatkan gestur ,
bahasa tubuh , ektrepsi wajah , dan kontak mata adalah type komunikasi yang
damn cool abis dah . makanya kenapa di sebut komunikasi effektive. Walaupun
jaman sekarang sudah semakin canggih dengan adanya internet, telefhon dan
sejenisnya tapi komunikasi face to face adalah yang paling damn cool. Alasannya
ya tadi , karena melibatkan lebih dari satu jenis media (red : Suara, Gestur,
bahasa tubuh). Nah berapa pentingnya kan wajah kita .
Nah apa jadinya kalau wajah kita jadi tidak normal ,
atau kalo istilah di paper ini namanya Paralyst. Memiliki wajah yang tidak
asimetri dan lain-lain akan membuat si penderita mengalami kesulitan dalam
menjalankan aktivitas kesehariannya . kok bisa ? Ya bisa aja lagi. Kalau
dipandang dari sisi psikologi maka akan mengalami ganguan secara psikososial
untuk penampilan fisik . Effek lain dari kerusakan wajah tadi adalah ada pada
kesulitan dalam berkomunikasi face to face.
Nah disinilah Image Prosesing membantu ?
Bagaimana membantunya .... bersambung yah ... :D
REFERENCES
[1] R. L.
Delinger, J. M. VanSwearingen, J. F. Cohn, K. L. Schmidt,
“Puckering and Blowing Facial Expressions in People
With
Facial Movement Disorders,” J. Phys Ther, vol. 88,
pp. 909-915,
August 2008.
[2] J. E.
Benecke Jr, “Facial Paralysis,” J.Otolaryngolog Clin N
Am, vol. 35, pp. 357-365, 2002.
[3] J. S.
Brach, J. M. VanSwearingen, “Not All Facial Paralysis Is
Bell’s Palsy: A Case Report,” Arch Phys Med Rehabil,
vol. 80,
pp. 857-859, July 1999.
[4] M. Shaw,
F. Nazir, I. Bone, “Bell’s palsy: a study of the
treatment advice given by Neurologists,” BMJ Group,
vol. 76,
pp. 293-294, February 2005.
[5] J. D.
Tiemstra, N. Khatkhate, “Bell’s palsy: diagnosis and
management,” Am Fam Physician, vol. 76, pp.
997-1002,
October 2007.

Komentar