Lalu, Kenapa ?
Kenapa
?
Kata yang begitu sederhana dan sangat mudah di
ucapkan oleh mulut manusia. Kata-kata yang kadang keluar dari mulut seorang
manusia yang lugu terhadap apa yang telah dialami olehnya yang membuat ketidak
pahaman dengan apa yang ada. Kenapa ? Hanya satu kata yang bisa menarik jawaban
dari ketidak pahaman itu.
Manusia dibekali dengan beribu pamahaman yang sangat
luas dan berjuta pemikiran yang sangat rumit dan sukar untuk dipahami. Mahluk ini
sangat sempurna , tidak ada kesalahan dalam proses pembuatannya , begitulah
manusia ada.
Sebuah proses , membuat manusia berbeda dari manusia
satu dengan yang lainnya . mereka sempurna, tapi ketika proses itu mereka
jalani , perbedaan diantara mereka begitu menonjol. Perbedaan itu membuat
manusia satu dan manusia yang lain saling tidak memahami dan saling
membingungkan. Entah apa yang dirasakan oleh mereka , tapi memang mereka
bingung , dengan diri mereka, dengan manusia yang lainnya .
Dan
sebuah proses itulah membuat pribadi yang begitu bodoh itu bertanya kenapa
kaca, kenapa , dan kenapa ?
Sebuah
proses berfikir tidak cukup bila hanya melibatkan sebuah logika belaka, sangat
tidak lah cukup bila hanya neuron otak ini dengan tegas menjawab “iya” atau “tidak”
dengan apa yang dilihatnya. Manusia yang berfikir hanya dengan menggunakan
logikanya saja adalah manusia yang begitu munafik . kemunafikannya mungkin selalu
di tolaknya, dan membuat dia tetap mempertahankan proses berfikir yang
demikian.
Sebuah
pelengkap yang menggenapkan proses berfikir yang seimbang adalah hati. Hati membuat
alur logika yang ada di otak berjalan sinergis dengan tubuh. Penolakan-penolakan
dari tubuh akibat proses berfikir yang salah akan di netralkan oleh hati. Dan itulah
cara pengambilan keputusan yang tepat.
Masih tidak paham dengan pemikiran dan pola berfikir
manusia yang terlalu sukar di jamahlah yang sampai sekarang membuat kata “kenapa ” tersebut semakin membulat .
Kenapa
? –
Ketidak pahamanku dengan pola literasi dan struktur
logika dari pemikiran manusia masih saja menjanggal , bak batu krikil yang
mengganjal dari balik spatu cats. Begitu mengganggu dan begitu sukar untuk
ditelaah.

Komentar