NGELANGGERAN - KKN - KELUARGA BARU #Part1

Puncak Keakraban Halhaera-Ngelanggeran


BAGIAN SATU – MEMULAI PERJALANAN
Malam itu begitu akrab,
Malam itu begitu dekat,
Malam itu begitu ceria,
Malam itu tampak wajahmu tersenyum manis seperti biasanya,
Begitu dekat, begitu ceria, dan begitu hangat keakraban diantara kita ditempat yang asing, bagiku…

Mungkin itu puisi abal-abal yang biasa ditulis sebelum memulai cerita, kali ini mau membagi kisah gw tentang hal yang menarik dari Malam Keakraban KKN Halmahera Selatan 2014 di tempat yang asing bagi gw, dan begitu kangen untuk Dila (saudaranya yang punya rumah).

Sengaja sih diadakan malam keakraban diantara kita, tujuannya gak lain dan gak bukan agar yang jauh mendekat dan yang sudah dekat semakin rapat. Itu semboyan dari sebuah lapak PKL di sunmor. Maklum laah , anggota kita sekarang bertambah dan totalnya sudah 30. Itu udah jumlah paling banyak dan gak bisa untuk di tambah lagi.
Personil udah lengkap, Anggota sudah siap, dan tentu persiapan selajutnya adalah menyatukan hati-jiwa-pikiran-raga kita untuk bisa jadi satu di KKN Halmahera ini.
Perjalanan dimulai dari sebuah Tong Sampah Daur ulang yang berada di Bundaran Filsafat (kata orang filsafat), atau bundaran Maskam (kalau itu kata orang Takmir), intinya kita kumpul di depan Tong Sampah Daur Ulang yang ada di sekitar bundaran.
Dan ini yang harus di ambil hikmah dari filosofi orang Indonesia yang sering banget dilakuin, apalagi kalau gak “Ngaret”. Di sms, WA, dan Line terlihat dengan jelas kalau kita berangkat pukul 4 sore, tapi Indonesia tetaplah Indonesia. Dengan segala kearifan warganya dan seribu budayanga maka gak asikkan kalau budaya ngaretnya gak di lakuin. Akhirnya kita berangkat pukul 5. Dan beruntung banget (bagi gw), pas mau berangkat gw dapet jackpot panggilan alam. So, gw akhirnya nyusul untuk gelombang berikutnya.
Singkat cerita kita udah sampe di Pom Bensin. Dan singkat cerita lagi kita ada diantrian paling belanag (itu gw). Mereka yang udah duluan mengantri akhirnya nungguin mahluk ganteng (itu gw) ngantri bensin. Sungguh mulia sekali mereka.

Perjalanan ke tempat yang asing-pun dimulai lagi.
Asumsi waktu yang semula udah di set akhirnya terpaksa di atur ulang, dan dengan kecepatan biasa-biasa saja kita melaju. Anehnya semuanya melaju dengan keceatan yang sama, iyah kecepatan biasa-biasa saja.
Mungkin ini adalah strategi yang telah dipikirkan matang-matang oleh semuanya, walaupun nampak tidak direncanakan. Tapi, sepertinya mereka (driver) sudah merencanakan konspirasi ini sejak awal agar perjalanan ini melaju dengan biasa-biasa saja. Kalau dilihat dari teori konspirasi, perjalanan ini sengaja di set seperti ini, tujuannya agar waktu perjalanan semakin molor, dan ketika sudah sampai setengah perjalanan hari sudah gelap. Dan nanti tujuan akhirnya bukan di rumah saudaranya dila tapi nanti kita memisahkan diri. Dan ketika kita berpisah, ada sekelompok ninja yang menghadang kita, dan ada pahlawan super dari kita yang mengalahkan mahluk ninja itu. Dan karena aksi heroiknya itu akhirnya hati kita menyatu dan tidak terpisahkan lagi. Dan sudah menyatu ternyata kita sudah sampai di rumah saudara dila. Teorinya sepertinya hanya teori yang tidak akan pernah terbuktikan sampai kapanpun.






BAGIAN DUA – NYAMPE RUMAH

Sampai di tempat tujuan kita disambut dengan wajah imut dan lucu yang memiliki rambut tergurai panjang sampe ke “pantat”. Iyah itu dia, si sultan yang sering dibicarain sama si Dila. Diluar expetasi dan bayangan gw. Ternyata anaknya yang punya rumah itu …… yah bisa diliat sendiri nanti kalau gak percaya. Tapi, sayangnya masih SMA, tapi sepertinya sudaah masuk list Kormanit KKN kita.
Namanya sedikit agak kece, Namanya mirip gelar, iya namanya aja Sultan.
Tapi jangan tipu-tipu oleh namanya, kalau ngeliat langsung orangnya, dia itu cewe tulen. Dan kalau gw liat sih, gak jauh beda sama ayahnya. Bukan, ayahnya namanya bukan pangeran. Maksudnya cara dia bicara, cara dia berpendapat dan cara dia meneliti sesuatu itu mirip dengan ayahnya. Sudah ada bakat dari kecil kali ini sultan. Dan kayaknya nanti dia akan masuk ke Fisipol UGM. Ngena banget lah pokoknya kalau masuk ke Fisipol.
Tiba di rumah yang keren ini, gw merasa ada firasat sesuatu yang aneh. Ini rumah …… hmmmm…..
Sepertinya dirumah ini banyak tersembunyi rahasia, dan insting detective gw mulai muncul. Rumah ini sepertinya banyak ruangan rahasia yang banyak tersimpan harta karunnya. Sepertinya ketika gw kalau menekan tombol tertentu akan keluar sesuatu yang keren dan akan muncul zombie-zombie yang menghalangi kita mengambil harta karun itu.
Pertama kali kita masuk, kita berada diruangan bawah tanah. Luas dan cukup banget untuk maen futsal di ruangan ini. Ini sepertinya ruang tamu tapi ini mirip lapangan futsal. Kalau mau solat kita harus naik ke lantai berikutnya. Jadi pasti banyak pahala yang didapet kalau misalkan kita satu minggu solat lima waktu di rumah ini. Perjuangan yang dilakukan sangat begitu terasa dan sangat melelahkan dan yang pastikan jadi program diet yang sempurna untuk zaky, hendri, dan mas fadhil.
Nah, yang lebih keren lagi kalau kita tidur? Tidur adalah ritual yang harus dilakukan oleh stiap mahluk yang pernah hidup. Bisa dilakuakan secara individu dan dilakuakan secara bersama-sama. Jika kita melakukannya secara bersama-sama maka itu yang disebut prosesi ritual tidur pindang. And we can do that.
Rencananya sih ketika kita nanti melakukan ritual itu, yang cewe itu di atas dan yang cowo itu dibawah. Nah…. Mengenai posisinya nanti bisa di sesuaikan, tergantung dari kenyamanan masing-masing. Yah mungkin kalau biasa tidur dengan posisi kayang, atau sikap lilin bisa di praktekan di sini. Asal tidak mengganggu ritual orang lain aja.



Suasana Malam di Rumah Bapake


BAGIAN TIGA – NGOBROL DENGAN BAPAKE

Puas liat kanan, kiri, dapan, belakang, atas, bawah rumah ini akhirnya tuan rumah pun keluar.
Ini nih kebiasan buruk gw, kambuh lagi. Lupa siapa nama bapaknya dan lupa juga kaya gimana orangnya. Intinya bapaknya baok banget dan super keren.
Ke-kerenan bapak yang satu ini dimulai pada saat pandangan pertama kita ke dia. Ketika ritual perkenalan kita dengan bapak ini, dia tau semua filosofi-filosofi yang terdapat dari sebuah nama.
Kalau gw, mungkin harus bertapa dulu 7 hari 7 malam untuk bisa mengerti arti dari sebuah nama, emang keren nih bapak.
Setelah kita berkenalan satu persatu dengan bapaknya, eh ternyata bapaknya juga tambah keren, bapaknya ternyata rajin berpidato, dan tentu si sultan anaknya yang masih SMA gak jauh dari dia. Mungkin pepatah yang pas untuk situasi kaya gini itu “buah durian gak mungkin jatuh dari induknya”


Sebagian Dokumentasi 


Keceriaan Pertama di Post Satu

Senyum Pepsonen Senyum Ahsudahlah

Melangkah Lebih jauh-melihat lebih tajam

Indahnya Hijaunya 

Ummmiiiii :''D

Melangkah menyusuri setapak-Aslinya naik motor :p

Awal dari kebersamaan yang semakin erat


mahluk ahsudahlah



mahluk ahsudahlah





melihat apa yang belum pernah dilihat - masa depan



Suatu saat nanti - pasti - berama #salahfokus





terbang bebas melepas beban di pundak-bahu-tas-badn



BAGIAN EMPAT – NYUSUL DAN DI SUSUL



Komentar

nonadhla mengatakan…
heeeh itu bagian ahsudahlah sama suatu saat bersama apa bangeeet >.<
Robi Hidayat mengatakan…
Sudahlaah diaminin aja dil yang suatu saat bersama haha..... suatu saat, yah suatu saat nanti pasti :p

Postingan Populer