Sifat Manusia ?
Setiap manusia yang terlahir di dunia ini pasti terlahir sempurna, dan hanya kitalah manusia yang memandang mereka sebelah mata.
Sudah beberapa hari bulan April berlalu dan memasuki
babak baru kehidupan di bulan mei dan juga bagi gw pribadi itu artinya sudah
hampir mendekati pembrangkatan ke tempat pengabdian, Halmahera Selatan – Obi.
Untuk tulisan kali ini sih gw hanya ingin bicara
sedikit hal mengenai bagaimana cara gw memandang manusia, entah dari segi kaca
mata gw sebagai cowo atau sebagai manusia yang terlahir dengan segala kelebihan
yang telah dianugrahkan oleh tuhan yang Maha Esa.
Banyak orang yang bahkan gw sendiri, ketika gw
bertemu dengan orang yang baru gw kenal yang dilihat adalah penampilan dari
ujung kaki sampai ujung kepala. Entah apa alasan sebagian melakukan hal
tersebut, entah karena keterbatasan cara ingin tahu mereka terhadap orang itu
dan terlalu memakan banyak waktu mereka sehingga mereka melihat orang karena
pandangan pertama.
Sungguh sial sekali ketika si emen (nama palsu), dia
orang yang baik, rajin, pandai, dan bisa bekerja sama dengan baik,dan juga dia
adalah sosok yang penengah ketika ada suatu permasalahan. Suatu ketika si emen
pergi ke suatu tempat baru dan bertemu dengan si aman (nama palsu). Si aman
adalah orang yang menilai orang dari kebanyakan orang melihat, ia menilai dari
apa yang ia lihat, ia menilai orang dari apa yang ia dengar. Suatu ketika si
emen bertemu dengan aman, tapi si emen ketika sedang bertemu dengan aman ia
sedang terburu-buru karena suatu hal dan dengan seketika si aman mengklaim
kalau si emen adalah orang yang jorok, tidak memperdulikan orang disekitarnya,
dan lain sebagainya.
Padahal, bertemu saja baru satu kali. Tapi dengan
kecerdasannya si emen sudah di cap tidak baik oleh si aman ini.
Hal yang entah gw tidak mengerti adalah kenapa kita
sudah menilai orang dari hal-hal yang sungguh sangat tidak berkemanusiaan atau
bahkan karena sudah belajar tentang kepribadian
orang sehingga kita hanya melihat kulit tanpa tahu isinya. Menilai orang hanya
dari apa yang dilihat tanpa merasakan apa yang ada pada dirinya secara langsung.
Melihat orang dari omongan orang tanpa mau mengdengar langsung dari hatinya.
Bagi gw, kepribadian orang gak bisa dilihat hanya
dari tulisannya, cara dia bicara, ataupun hasil wawancara. Kita bisa menilai
orang apakah dia baik atau kurang baik ketika kita sudah menjadi temannya.


Komentar