KKN - Defence

Banyak hal yang telah terjadi selama hampir 2 bulan lamanya kita bersama (baca : KKN) . Suka , duka , susah , senang, bahagia, tawa, canda, gurauan, konflik, tangisan, air mata, cinta, emosi, cemas, kecewa, semuanya ada, yah ibarat permen nano – nano, bedanya nano-nano hanya ada manis, asam, asin. Tapi banyak hal yang bisa gue petik dan gue jadikan sebagai pelajaran hidup yang akan gue pegang (cuman dipegang doang HAHA) .

Pada dasarnya mahluk hidup akan melindungi dirinya dari berbagai hal yang mengancam. Apapaun ancamannya, jenisnya, dan bentuknya, mahluk hidup memiliki kemampuan dasar tersebut. Kalau gak percaya ? Sok baca buku biologi SD lagi. Nah karena masunia itu juga mahluk hidup, jadi manusia juga punya dong yang namanya kemampuan melindungi diri. Kita persempit lagi, gue juga manusia kan ? jadi gue juga punya dong kemampuan melindungi diri. Jadi gue termasuk mahluk yang keren kan ? (udaaaah, Iyaaain aja.)

Okeh gue gak akan jauh-jauh membahas pertahanan diri mahluk hidup lain kaya vertebrata, insecta, ataupun karnivora. Gue bukan orang yang pas dan pakar yang tepat untuk membahasnya.  Dan gue juga gak akan membahas pertahanan diri orang lain yang gak gue kenal . Orang – orang yang gue kenal aje yang akan gue omongin, dan karena orang yang paling gue kenal adalah diri gue sendiri jadi aku akan membahas tentang gue. Intinya Aku bahas Gue. (Ambigu banget kan HAAH)

Pertanyaannya, kalau mahluk hidup kaya singa, macan, kucing itu mempertahankan diri dengan kekuatannya (baca: Cakar, Taring) . lalu apa yang gue pakai untuk mempertahankan diri ? gue cuman punya dua tangan, dua kaku, dua bola mata, dua lubang telinga, dua lubang hidung. Terus apa ?
Yang gue pelajarin dari perjalanan gue adalah :

Perlindungan Terkuatmu bukanlah tanganmu, kakimu, kepalamu, ataupun pantatmu. Melainkan Sikapmu.

Kutipan keren diatas gue dapet dari hasil KKN selama hampir dua bulan di pulau orang, keren kan ?
Jadi begini sob, ketika kita menganggap diri kita paling kuat, ketika kita menganggap otot kita paling tangguh dan ketika kita menganggap semua orang adalah sekumpulan debu yang gak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kita dan ketika kita berfikir tidak perlu membuat pertahanan karena kita adalah mahluk terkuat, maka polo seperti itulah yang membuat kita menjadi rapuh dan rentan terhadap ancaman.

Masih bingung ? – sama .

Hal yang gue perlajarin ketika gue berada di tempat baru, kebiasaan baru, budaya baru, dan pola fikir baru membuat gue berfikir bagaimana cara gue membuat pertahanan diri yang bisa mengcover gue dari ancaman.

Dan cara yang tepat, cara yang baik untuk membuat pertahanan diri menurut gue adalah cara bersikap kita.

Cara bersikap berbeda dengan cara berfikir, cara bersikap adalah cara kita menanggapi segala hal yang ada di lingkungan kita dan secara sadar lingkungan tersebut tahu maksud kita. Sedangkan cara berfikir adalah pola dari satu milyar neuron yang saling bersinergi membuat arithmatika kompleks yang orang lain pun tidak mengerti dengan polanya.
Cara bersikap yang kepriben to ?

Lingkungan itu adalah anda dan sekeliling anda. Anda adalah bagian dari lingkungan. Hubungan yang kurang baik membuat lingkungan kurang baik juga ke anda. Hubungan yang diciptakan bisa dari apapun itu.

Sedangkan sikap adalah cara anda melakukan hubungan. Jadi ? bisa ditarik kesimpulan kan ?



Komentar

Postingan Populer