#BornDay



#BornDay, sebagian orang menganggap itu adalah hari biasa aja, sebagian lagi menganggap itu hari special, dan sebagian lagi mungkin tak tau apa itu #BornDay (Terlalu Tinggi Toeflnya mungkin) . setiap orang punya presepsi dan pandangan tersendiri tentang hari kelahiran itu. Tapi, apapun presepsinya dan apapun pendapatnya tentang #BornDay itu bukan jadi masalah. Pastinya yang tidak dapat diperdebatkan adalah manusia adalah mahluk yang pernah lahir dan hari dimana ia lahir itu namanya #BornDay. 



Perbedaan pandangan mengenai #BornDay manusiaitu tentang “perayaannya”. Namanya juga manusia, dia punya akal, hati, dan naluri . “Gak gampang buat ngertiin kamu”, kata cinta.
Tentang perayaan #bornday, gw gak terlalu mempermasalahkan. Misalkan ada orang yang membuat hari itu adalah hari special dan membuat perayaan like pesta atau makan – makan it’s Oke . seenggaknya dia membuat orang di sekitarnya menjadi bahagia dan gak merugikan orang lain. Dan gak merayakan hari itu juga gak masalah karena gak ada undang – undang yang mencantumkan aturan kalau ulang tahun harus mengadakan pesta atau syukuran. 

Presepsi gw, Hal yang terpenting dari sebuah #BornDay adalah bagaimana kita menysukuri atas nikmat yang telah diberikan tuhan kepada kita selama satu tahun kelahiran kita, dan membuat introspeksi diri atas apa yang telah kita lakukan selama satu tahun kebelakang. Bersyukur dan memperbaiki diri lah yang terpenting dari kata #BornDay.

Dan bukan hanya manusia saja loh yang punya #BornDay, tadi gw membicarakan hal yang gak pantas untuk dibicarakan karena gak penting , sekarang gw memberikan persembahan tulisan khusus untuk kado ulang tahun dari Robi Hidayat untuk #FLP 

Pertama yang akan gw bicarakan adalah tentang FLP, pertama kali gw melihat FLP adalah ketika gw masih jadi anak cupu yang suka kluturan malem pergi ke burjo dan beli nastel. Pandangan pertama gw saat melihat FLP adalah “ partai kampus ini pasti kaki tangannya demokrat” . kenapa gw bisa bilang begitu, manusia dibekali dua mata untuk melihat lebih. Jadi gak salah kalau manusia selalu melihat hal pertama dari manusia itu tantang cover. Nah pandangan pertama gw ketika itu gw melihat cover dari partai kampus ini mirip banget sama partai demokrat . Mulai dari warna, lambang , corak dan sebagainya . Haaah..... yah itu adalah pandangan gw saat masih cupu jadi maba. 

Kedua, gw adalah jenis mahluk yang gak suka sama politik, tapi gw jauh lebih gak suka lagi kalau sampe gw buta politik. Secara, gw adalah mahasiswa dari eksakta ,  kemampuan verbal gw mungin dibawah rata- rata dari manusia yang lain. Kadang fikiran gw gak selaras dengan mulut gw , dan sering mulut gw gak mau ngomongin apa isi hati gw. Makanya gw masih jomblo . 

Ketiga, gw gak suka dengan partai politik. Sesuatu yang paling menjijikan bagi gw adalah partai politik.  Apalagi manusia yang ada di partai politik, kalau dalam islam ada penggolongan najis, mereka masuk ke kategori najis mugholadzoh. Harus di sucikan dengan tujuh macam tanah . gw cuman bisa mengelus dada ketika mereka selalu bilang , “ini untuk kepentingan rakyat”.

Keempat , gw adalah jenis mahluk yang menganggap najis partai politik dan gak suka dengan politik, kadang omongan gw susah dimengerti , dan kadang juga gw suka kluyuran malem tapi gw suka dengan hal – hal yang membuat gw lebih dewasa, bisa berguna untuk semuanya. Walaupun gw gak suka dengan hal yang berbau politik, tapi gw bukan orang yang tutup mata, mulut, hidung kalau di dekat gw ada mahluk politik.  

You Know What ? walaupun point – point di atas menggambarkan kalau gw hampir apatis dengan hal seperti itu, tapi lingkungan gw, organisasi gw, dan pergaulan gw mungkin bertentangan. tahun pertama gw kuliah,  gw masuk ke lingkungan organisasi eksekutif dan dari sini gw banyak belajar. Tapi, walaupun gw masuk ke dalam lingkungan yang hampir berurusan dengan politik, tapi pandangan gw tentang politik tetep sama. Hal yang menjijikan yang kadang gw sendiri pengen muntah kalo ngeliatnya. 

Ini adalah presepsi gw, dimana orang bicara tentang politik, di situ ia akan merasa paling benar, paling memahami segalanya, dan selalu mengatas namakan kebenaran, untuk lebih baik, dan masih banyak hal bullshit lain yang akan keluar dari mulut para politikus. Sampai saat ini pun gw masih belum menemukan sosok yang bisa jadi panutan di dunia politik. 

“Dan gw harap, ada orang yang bisa merubah pandangan gw tentang politik, yang bisa meyakinkan dan membuktikan kalau apa yang ada di kepala gw tentang politik itu salah.”

Dan sekarang 2014, mungkin sekarang adalah tahun terakhir gw kuliah di kampus ini, di kampus biru. Sekarang gw bergabung mencoba menyisihkan “ke Parnoan” gw tentang politik. Gw harap di sini, gw bisa menemukan jawaban dari pandangan buruk gw tentang polishit dan sekarang gw join ke FLP sebuah partai kampus yang logonya mirip demokrat. 

Mencoba membuktikan teori gila gw yang salah tentang politik, mencoba meluruskan pandangan gw yang salah tentang politik, mencoba memulai hal baru yang gw lewatkan tentang politik, dan gw dari sini belajar. Gw belajar dari nol di sini , tentang politik dan di semester akhir ini gw baru mulai berkenalan dengan politik walaupun hanya kulitnya saja. 

FLP, yah ini testimoni gw selama mengikutinya, walaupun baru beberapa bulan di sini,tentang partai kampus ini. 


--------------------------------------------------------------------Bersambung.
   


Komentar

Postingan Populer