Borned, Anggle and Demon ?

Siapa sih yang gak gemes kalau liat yang namanya anak kecil ? entah kenapa hal yang selali gw lakuin ketika gw melihat bocah kecil, yang lagi maen, lagi nenen, atau lagi pipis di pinggir jalan, selalu gw pengen ketawa dan rasanya gw bahagia banget. Yah emang sih, bahagia itu sederhana, melihat mereka bisa tertawa. Yah Anak Kecil .


Tapi, di balik terpukaunya gw dengan anak kecil, banyak kegalauan hati ini pas melihat mereka merengek nangis. Anak kecil adalah generasi baru, generasi baru yang akan meneruskan, menggantikan dan membuat hal baru dari generasi – generasi sebelumnya. Dan ditangan mereka semua hal dapat terjadi. Itulah Anak Kecil. Senyumannya emang lucu, tapi ketika canda tawanya sudah mulai hilang, bisa jadi masa depan suatu bangsa akan hilang juga. Yah itu hanya imaginasi liar gw aja.
Menurut gw , anak kecil is like an angle dan menurut gw anak kecil is like a demon. Kadang angle dan demon bisa berada dalam satu tubuh anak kecil . mungkin pepatah keren pernah bilang, masa lalu mu membentuk masa depanmu. Hal ini yang gw cemaskan ketika gw melihat anak kecil . bisa jadi mereka menjadi angle atau malah terjerumus menjadi demon. Semuanya bisa terjadi , dan semuanya berawal dari masa lalu.
Kalau menurut gw, masa depan anak – anak akan menjadi sosok angle atau Demon itu bukan dilahirkan, tapi dibentuk. Analogi sosok bayi adalah selembar kertas putih. Kertas putih bersih yang akan menjadi banyak warna. Warna – warna yang ada di dalam kertas itu menentukan karakter dari anak – anak tersebut. Warna – warna itu adalah bentuk perlakuan dari lingkungan kepada anak kecil itu. Jadi , menyambung dari omongan gw kalau anggle dan demon itu dibentuk adalah dari warna – warna itu.
Gw percaya, gak ada di dunia ini orang tua yang menginginkan anak – anaknya menjadi seorang Demon. Mereka akan berdo’a dengan penuh khusyuk agar anaknya kelak menjadi Anggle. Dan menjadi sosok anggle ataupun demon , semuanya diserahkan kembali kepada anak tersebut.
Menurut gw , Hal yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah anak – anaknya menjadi demon adalah dengan cara tindak pencegahan secara preventif. Pencegahan lebih mudah daripada melakukan pengobatan.
Karena gw belum jadi orang tua, dan sekarang gw masih seorang anak yang sudah melepas ke anak – anakannya. Pengalaman selama 22 tahun menjadi seorang anak dari kedua orang tuanya mungkin gak cukup pengalaman bila nanti gw udah punya keluarga nanti, tapi mungkin ini adalah gambaran pribadi gw mengenai bagaimana cara melakukan tindakan pencegahan secara preventif yang bisa dilakukan oleh orang tua.
 Memanjakan anak itu mungkin dianggap biasa, bahkan setiap orang tua pasti akan memanjakan anaknya. Biasanya anak pertama dan anak bungsu akan selalu di manja. Dan gw adalah anak pertama, jadi sudah pasti gw selalu dimanja – manja ketika gw masih kecil. Sungguh masa yang sangat keren, dimana elu bilang A, dan orang tua akan meng-iya-kan keinginan kita. itu adalah pilihan dari orang tua, dan sah – sah saja sih. Tapi, kalau menurut gw, hal yang gw tangkep ketika sekarng adalah anak akan menjadi lemah dalam menghadapi tantangan. Segala keinginan yang selalu dituruti akan menurunkan daya saingnya. Ketika daya saing si anak akan mesuk ke zona limit. Hal yang akan terjadi adalah si anak kecil itu akan jadi cepat menyerah dalam menanggapi tantangan hidup. Selalu bergantung kepada orang tua dan atau teman – temannya.
Nah kalau gw nanti jadi orang tua nanti, gw juga akan memanjakan anak gw. Pastinya dengan cara yang berbeda agar anak gw jadi anggle . pastinya gw akan berdiskusi dulu dengan istri gw, nanti. Cara gw memanjakan anak gw adalah dengan memberinya challange atau tantangan. Memperkenalkan kejamnya dunia kepada anak kita dengan memberikan tantangan kecil mungkin akan menyadarkan ke anak kita kalau hidup itu kadang keras kadang lunak kadang diatas dan kadang dibawah.

----------------------------------------------------------------------------- Bersambung. 

Komentar

Postingan Populer