Dan dari sini Gw belajar
Pernah lihat reality show di Tv yang judulnya
termehek-mehek ?
Film
yang katanya realiti show yang mempertemukan pihak pertama dan pihak ke dua
yang mengalami masalah, entah masalhnya apa itu. Film yang pasti ada air mata,
emosi , suka cita, duka, tapi yang paling banyak sih tangisan.
Yah
…. Dan ternyata gw mengalami hal yang sama dengan apa yang ada di tivi itu.
Sederhana
sih penyebabnya, tapi ketika masalah itu terus dipendam dan gak di sampaikan
langsung ke orang yang bersangkutan akan jadi hal yang sama sekali gak
kebayang.
Mereka
yang berselisih adalah temen-temen deket gw, yang satu pernah satu tahun kerja
bareng di suatu lembaga dan yang satu temen deket di Mata kuliah tertentu .
Memang
sangat sepeleh banget sih masalahnya, gw sebut masalah itu adalah tentang
saling salah paham dan rasa peduli yang disalah artikan.
Hal
pertama yang gw lihat dari pokok permasalahan ini sederhana, tapi ketika coba
gw liruskan memang sangat rumit dan sangat sukar untuk ditarik benang merahnya.
Masalah
idealisme , tuntutan , hati, perasaan, saling percaya, dan jujur terhadap diri
sendiri membuatnya sangat susah untuk ditalar dengan logika yang gw punya.
Idealisme
itu pasti ada di dalam diri manusia walupun itu hanya satu tetes, dan idealisme
itu akan membuat diri kita menjadi pribadi yang dianggap mahal dimata yang
lain.
Idealisme
dan hati tidak selalu berhubungan ketika kita bicara perseorangan, tapi ketika
kita berbicara dua buah objek yang memiliki idealisme dan memiliki hati maka
akan saling mengikat dan saling berhubungan.
Ketika
orang berbicara idealisme maka hati akan di acuhkan selagi itu bertentangan
dengan idealisme.
Dan
ketika kita berbicara tentang hati, setiap orang tidak akan pernah mengerti
tentang apa isi hati orang lain, bahkan memahami hati sendiri pun akan sangat
sulit jika tidak mempunyai rasa jujur. Jujur itu sangat baik dan sangat
dianjurkan ketika kita berbicara tentang hati.
Dalam
kasus ini sebenernya gak ada yang salah dan gak ada yang bisa disalahkan.
Gak
akan pernah habisnya jika kita hanya mencari kambing hitam dari segala
permasalahan yang ada. Yang seharunya kita cari adalah bagaimana kita memetik
hikmah dan bagaimana kita mencari sebuah jawaban dari pertanyaan apa yang
sebenernya terjadi diantara kita. Jawaban itulah yang menjadi kunci dari
kembalinya rasa saling percaya dan rispek terhadap sesama partner.

Komentar