Gila Man !
Saat akses informasih
hampir menyamai kecepatan suara, saat rasa ingin tahu akan hal apapun
terfasilitasi, saat semuanya berlomba menjadi sumber informasi yang paling
cepat, dan semuanya mencoba jadi yang cepat , itu lah paradigma baru dari dunia
smart.
Percaya atau enggak, gw
adalah salah satu yang jadi korban, dan gw juga adalah pelaku dari paradigma
baru itu. Mungkin kalau masih belum nyambung tentang penjabaran gw di atas,
singkat cerita ini adalah keresahan gw tentang akses informasi yang tak
terabatas sumbernya. Mungkin itu bagi sebagian orang adalah sebuah anugrah dari
tuhan, gw sepakat. Tapi ada hal yang jeuh lebih crusial dari anugrah yang gak
di dipahami secara bijak oleh orang – orang yang menyebut dirinya pinter dan
serba tahu.
Gw dan mungkin sebagian
orang lainnya adalah manusia dengan sejuta grup yang ada di smartfone mereka. Jujur
saat ini gw hanya mempunyai sepuluh grup dalam smartphone gw. Mungkin yang
lainnya bisa lebih sedikit, bisa juga lebih banyak. Semakin banyak perkumpulan
yang di ikuti, ya semakin banyak pula to grupnya. Karena ya memang tujuan dari
grup yang ada di smartphone adalah untuk mempermudah informasi yang ada dalam
grup, gak personal, dan bisa diakses oleh semua orang yang ada di grup itu. (baca:
grup wa, line, fb).
dengan bertambahnya
jumlah penduduk, jumlah gruppun mungkin ikut bertambah, gak masalah. Itu bagus.
Gw juga sepakat. Gak ada masalah di situ.
Nah tapi, paradigma yang
baru ini terlahir dari grup-grup itu. Akses informasi yang mungkin bahkan lebih
cepat dari kecepatan suara, bahkan kecepatan cahaya mungkin, mengakibatkan dari
semua anggota grup mendapatkan hak yang setara dalam hal mendapatkan informasi
di grup. Gak masalah, itu bagus, gw juga sepakat. Masalahnya adalah ketika
informasi itu adalah informasi yang gak valid, dan kecepatan persebaran
informasi itu lebih cepat dari kecepatan suara mungkin. Rumus kecepatan
informasi di grup itu kalau menurut gw itu jumlah anggota dikurangi satu di
kali 10 bagi lima. Darimana gw dapet rumus itu ? ngarang. Itu cuman rumus asal
yang gw ambil dari isi otak gw yang agak bego dalam hal perhitungan. Intinya,
akses persebaran infotmasi dalam satu grup itu sebanding dari jumlah semua
anggota grupnya. Belum lagi kalau misalkan satu anggota itu tidak hanya
memiliki satu grup saja, melainkan buanyak sekali grup yang ia punya, mulai
dari line, wa, facebook, dan masih banyak lagi.
Dan ini pernah
menggegerkan seluruh penjuru kampus gw. Ketika semua orang ingin jadi reporter
abal – abal , menyebarkan isu berita yang mungkin agak serem. Dan effeknya
balik lagi ke diri kita masing – masing. Ketakutan yang dibuat – buat akan hal
yang mungkin hanya ada di imaginasi kita.
Gw sebutin, isu
pembacokan, isu perampokan, dan masih banyak lagi. Sebenernya sih bagus
membersarkan isu yang membahayakan jiwa untuk kewaspadaan diri. Tapi alangkah
bijaknya kita kalau misalkan kita buat lebih nyaman tanpa mengurangi informasi
itu. Misalkan , kita sebar berita itu ke pihak yang lebih berwenang, polisi. Dengan
begitu yah gak ada lagi keresahan kan ?


Komentar