Learning From April
April
juga bulan istimewa, terkususkan untuk gw pribadi. Dibulan ini gw mengalami
proses yang hanya terjadi selama satu tahun dan kebanyakan orang alay dan orang
“bodoh” banyak yang memperingatinya dengan bergitu hura dan ria. Entah apa yang
ada dipemikiran mereka tapi perayaan ulang tahun sepertinya menjadi obat
pemanis dalam kehibupan mereka mengingat sisa umur mereka sudah semakin
menipis. Bagi gw pribadi, ulang tahun hanya sebatas proses penuaan yang itu
pasti terjadi pada insan yang ada di dunia ini, bahkan bukan hanya insan
manusia yang mengalami proses penuaan, tapi semua mahluk yang bernyawa pasti
mengalami proses penuaan.
Lantas
apa yang gw harap dari pengulangan dari lahir gw atau ualang tahun gw?
Gakterlalu banyak apa yang gw bisa minta dari diri pribadi gw yang kadang
banyak salah. Apa yang gw harapkan mungkin apa yang orang tua gw selalu minta
dari gw kelak dikemudian hari. Gw selalu berharap bisa jadi kebanggaan untuk
orang tua gw dan untuk adik-adik gw. Bukan karena idealisme dari kebanyakan
anak pertama, tapi karena gw merasa kalau seorang kakak yang gak bisa jadi
contoh yang baik untuk adik-adiknya mending gak usah jadi kakak, atau gak usah
deh ada di keluarga itu. Oleh karena itu hanya satu hal yang gw bisa minta dari
diri gw ketika gw mengulang hari itu, gw harap gw bisa jadi manusia yang
dewasa.
Tapi,
untuk sekarang, masih sangat jauh dari apa yang gw bisa lakuin untuk diri gw.
Terlalu banyak meminta juga gak baik kan ?walaupun yang meminta itu diri gw
sendiri. Mungkin sekarang yang bisa dilakuin itu belajar dan memantaskan diri
gw sebelum gw minta hal yang macem-macem dari diri gw pribadi.
Mungkin
itu hanya sekedar ilusi unek-unek yang ada di kepala gw yang gak bisa gw
perbuat.
Kembali
lagi ke bulan April, begitu banyak pembelajaran yang gw dapet dari bulan april
ini. Bisa dijadikan semangat jiwa untuk memperbaiki diri dan bisa juga untuk
mengkoreksi diri dari gw. Yang pertama hal yang gw pelajarin di bulan april ini
Care
yang Tak Tersampaikan
Cara
atau peduli menurut gw itu wajar dan mungkin untuk manusia yang memiliki hati
dan perasaan, rasa cara itu adalah cara kita menyampaikannya. Tapi gak harus
kepada orang yang kita sayang atau orang kita cinta like pacar atau istri atau
suami. Rasa cara juga harus ada diantara hubungan pertemanan dan persahabatan.
Tapi
dibalik manisnya sebuah kata “care” bila tidak dimanage dan tidak di bicarakan
dengan orang yang dimaksudkan akan jadi bumerang yang aneh. kenapa aneh, karena
kita melempar sesuatu yang manis dan ketika sesuatu itu kembali akan terasa
pahit. Mungkin itu gambaran gw yang dimaksud bumerang pahit.
Salah
satu hal yang gw bisa ambil hikmah dari cara care seseorang terhadap temanya
akan jadi hal yang aneh dan memilukan ketika kita hanya melakukan hal yang kita
anggap itu benar. Kita melakukan berlandaskan rasa care tapi kita melakukannya
dengan ego kita. Dan itu akan jadi masalah. Dan itulah yang gw dapat pelajari.
Penyelesaian
dari masalah ini adalah komunikasi yang baik dan tidak langsung mengambil
tindakan yang menurut kita paling benar dan benar. “Kebenaran sejati hanya
Tuhan yang punya tapi Kebaikan adalah Universal” – 2014 mba Wardah.
Sebagian
mengingnkan Profesionalisme, Sebagian menginginkan Kekeluargaan
Semangat bekarjasama membuat kita
merasa nyaman dengan kondisi apapun. Semangat itu pula yang menjadian landasan
kita saling bahu membahu membuat sesuatu hal menjadi sempurna.
Gw percaya, kalau manusia yang ada
di dunia ini terlahir sebagai pelangkap dari manusia-manusia yang lain.
Pelangkap dalam segala hal, terlepas dari pelangkap hidup. Dan gw juga percaya
kalau semua orang didunia ini gak bisa menjadi manusia tanpa adanya bantuan
dari manusia yang lain.
Landasan salaing membutuhkan satu
sama lain, dan orang lainpun merasakan hal yang sama membuat mereka melakukan
apa yang disebut kerja tim atau team work. Bukan istilah baru atau kalu asing
dengan istilah itu pasti kita pernah melakukannya. Inti dari team work adalah
bahu membahu.
Karena effektivenya sebuah proses
bila dilaksanakan bersama-sama, maka dari itu banyak yang mengaplikasikannya
dalam berbagai instansi maupun lembaga. Perbedaan dari tempat mana yang
mengaplikasikannya adalah sebuah landasan diatas landasan. Landasan yang pertama
tadi adalah sebuah proses team work dan landasan berikutnya adalah ideologi.
Pada dasarnya ideologi tersebut dibuat untuk membuat suatu proses team work
berjalan lancar tanpa adanya kendala. Tapi dilain sisi menurut sebagian orang
landasan tersebut tidak seperti apa yang dinginkan atau bahkan bertentangan
dengan landasan team work.
“sebagian mengingkan
prosesionalisme dan sebagian lagi mengingkan kekeluargaan”
Dan
apa yang gw pelajarin dari sebulan ini di bulan april adalah ketika kita belum
sepakat landasan mana yang kita buat apakah itu profesionalisme ataupun
kekeluargaan janganlah menghakimi diri sendiri kalau kita malakukan landasan
itu. Rasa bersalah dan rasa tidak nyamanlah yang akan menjadi dampak dari
tindakan bodoh kita itu.
Bicaralah Karena kita tak bisa mengerti isi hati kita
Kutipan yang selalu gw inget ketika
kecil selalu liat film kartun, sebut saja gundam. Anime Robot yang mengajarkan
banyak hal walaupun gw baru sadar sekarang. Kutipan itu
“Cobalah saling
mengerti, Cobalah saling mengerti tentang Dia, Kamu dan Mereka, maka Perang ini
tidak akan terjadi”
Hal yang banyak orang lakukan,
termasuk gw adalah mengeluhkan suatu hal tapi hanya bisa menjadi inventaris
pribadi. Walaupun keluhannya itu sepeleh baik itu tetuju pada sebuah objek
ataupun pada sebuah proses tapi ketika itu tidak di sampaikan ke yang
bersangkutan akan jadi masalah, entah itu besok atau dikemudian hari.
Ketika kita tidak
bicara, ketika hanya diam, ketika kita hanya mengeluh dan ketika semua itu
tidak terucap sampai matipun tidak akan pernah merubah apapun.- Robi,2014.
Hakekat manusia sebagai insan adalah
dia yang selalu lupa, namun masih banyak sifat yang harus diperbaiki selain
sebagai insan, Jujur terhadap diri sendiri dan orang lain. Dan pelajaran itu
datang ketika kita melakukan sebuah kesalahan.
Masih
banyak lagi pelajaran yang telah didapatkan di bulan April ini, mulai dari
hal-hal yang sepeleh sampai hal yang gak penting. tapi ketika kita diam sejenak
dan melihat dampak apa yang terjadi, pasti ada hal bisa dijadikan perlajaran.
Gw selalu percaya pada sifat asli manusia, pembelajar unggul yang akan terus
belajar hingga ia mati. Proses belajar manusia adalah hal yang dianggap wajar,
mengingat manusia belum sempurna secara sifat terlepas dari dia selalu sempurna
karena Tuhan Maha Pencipta. Dan apapun yang telah ia dapat dari proses itu hal
yang paling penting adalah ia tidak mengulangi kesalahan untuk yang ketiga
kalinya.

Komentar