Akhir 2014

Menjelang akhir tahun 2014 , banyak sekali kejadian – kejadian yang sungguh sangat luar biasa. Mungkin itu gak ada effeknya buat gw, tapi mungkin untuk sebagian orang yang lainnya dalah hal yang sangat penting , atau bahkan berhubungan dengan dia.



November, Desember dan hingga sekarang tanggal 12 desember sungguh sangat sayang sekali kalau misalkan gw gak nulis, yah gak banyak sih , tapi cukup lah buat mengisi waktu sempit gw yang banyak di isi dengan kegiatan di dalam kasur.

Isu BBM, menjadi hal pertama yang membuat orang – orang terkaget – kaget mendengarnya, ada yang demo ? pasti banyak, ada juga yang anarki, ada yang menyikapinya dengan santai, ada juga. Semua orang bebas memberikan apresiasi atas apa yang telah di berikan oleh pemimpin bangsa ini. Dan sungguh hal yang bodoh adalah melakukan kegiatan aksi dengan anarki menggunakan bahan bakar minyak yang mereka demo, menggunakannya sebagai bom molotof. Yang gw pikirin, mereka adalah sekumpulan orang bodoh yang sedang melakukan kegiatan bodoh. Mungkin , mungkin mereka membawa nama rakyat, tapi rakyat mana yang gak “geli” melihat aksi mereka yang amat sangat menyedihkan. Ada sahabat gw bilang, kita ini , kuliah di salah satu universitas terbaik di Indonesia, mbok ya ketika ada kausus seperti ini (kenaikan BBM) kita ikut bantu cara mengatasinya. Toh kita kuliah di subsidi oleh pemerintah, cobalah sedikit memebrikan balas budi kepada pemerintah, atas apa yang mereka berikan (subsidi kuliah) .
Gw baru sadar, bbm yang di subsidi oleh pemerintah punya nilai oktan 88, dan yang pertamax punya nilai oktan 92 . bedanya kira – kira 4 oktan. Pemerintah kita ternyata licik juga, memberikan subsidi bbm dan menurunkan nilai oktan dari bbm tersebut. Apalah artinya jika sudah di subsidi lalu nilai oktannya di turunkan, lah uang subsidinya di gunakan buat menurunkan oktan  ?
Yah itu gak penting, biarlah para ilmuan yang bicara soal oktan.
Hal yang menggegerkan , bagi gw adalah ketika kurikulum 2013 dicabut oleh mentri yang baru. Sebagian berpendapat ini adalah tindakan yang tepat , mengingat kurikulum 2013 sangat terburu – buru dan sangat tidak realistis dengan keadaan dari murid-murid di daerah terpencil . gw adalah seorang anak dari dua orang tua yang berprofesi sebagai guru sd, yah gw bangga dengan mereka. Maka itu, gw peduli dengan kurikulum 2013 ini. gw sepakat kurikulum ini belum tepat di terapkan sekarang. Mungkin ketika semua fasilitas dari sabang sampai merauke sudah merata, maka kurikulum 2013 relevan untuk di terapkan.
Anies baswedan adalah mentri yang baruterpilih dalam kabinet kerja milik jokowow. Dan menurut gw ini adalah hal yang memang harus dilakukan oleh mentri, yah walaupun terhitung baru dilantik. Keputusan yang tepat dan dilakukan oleh orang yang tepat. Walau terkesan, ganti mentri ganti kurikulum, tapi ini adalah keputusan yang tepat. Banyak yang bersyukur ketika kurikulum ini di batalkan, dan untuk yang masih melaksanakan kurikulum ini , yah tidak masalah, karena mentri sendiri tidak mempermasalahkannya.
Dan yang terakhir yang menggegerkan seluruh penjuru indonesia adalah kasus penembakan warga papua oleh aparat kepolisian. Sebagian memandang ini adalah kejadian biasa, dan sebagian lagi membesar-besarkan, gak masalah.
Negara mempunyai hak untuk melakukan kekerasan terhadap warganya, dan itu legal. Tapi bagi gw , ketika negara sudah melakukan tindakan kekerasan terhadap warganya, mengamankan ataupun apalah itu, adalah hal yang sangat memalukan. Memang mereka mempunyai hak, tapi itu adalah kegiatan yang sewenah – wenah. Gak masalah kalau misal ada orang yang gak peduli, tidak usah terlalu mengkhawatirkan orang yang tidak mengkhawatirkan kita, biarkan, lupakan, dan buang.


Komentar

Postingan Populer