HUKUM RELATIFITAS - KEBAHAGIAAN

Hujan kayaknya tiap hari gak akan absen tiap sore di jogja, apalagi sekarang – sekarang . iya, hujan itu ngebuat gw jadi mager , begitu gw mager , isi kepala jadi nguap , penuh banyak ide buat nulis... eeaa.. #syaadaaap.... inget hujan, gw jadi teringat tentang sebuah kata “kebahagiaan” . itu kata sifat kan ? kata sifat yang selalu dicari orang yang hidup di dunia ini. ya apa lagi sih yang dicari selalin kebahagiaan di dunia dan di akherat. Iya bro, gw rasa kebahagiaan itu tujuan terakhir semua umat manusia. Karena gw juga manusia , sudah pasti lah gw juga mau bahagia. #eeiits... tapi kebahagiaan itu kata sifat yang relatif, eh apa semua kata sifat itu relatif yah . ya udah lupain dulu yang lain, gw mau ngomongin tentang kebahagiaan deh :p

ilustrasi - sumber google

Pertanyaan senderhana yang gw tanyain ke diri gw sendiri, mungkin bisa menjawab sebagian orang yang mirip kaya gw. Yah walaupun gw aneh dan idup #ups.

A : elu mau bahagia kan ?
B : ya misalkan gw ditanya kaya gitu, pasti gw jawab mau lah.
Nah pasti semua orang sepakat kan dengan pendapat gw yang simple tentang keinginan gw tentang penawaran kebahagiaan itu. Terus gw lanjutin lagi nih pertanyaan simple yang gw tanyain ke diri gw sendiri. mungkin gw gila yah haha...

A : elu mau bahagia yang bagaimana ?
B : mmm.... simple, punya rumah, punya keluarga, punya masa depan.
            Yah itu jawaban sederhana dari gw , tentang kebahagiaan apa yg gw mau. Kalo mungkin jawaban yang pertama pada sepakat, mungkin jawaban yang kedua itu bisa beda. Mungkin dari sepuluh orang temen gw yang gw tanyain pertanyaan itu. Pasti gak akan ada yang sama.

Dari situ gw mengasumsikan tentang arti dari sebauh kebahagiaan itu relatif. Nah kalo waktu smp atau sma udah diajarin guru fisika tentang teori relatifitas, bisa tuh di terjemahin ke dalam arti sebuah kebahagiaan.

 Dulu pernah gw baca buku, tapi lupa baca buku apa. Jadi ceritanya begini.
            “pada suatu ketika di suatu negri yang sangat jauh, jauuuh banget. di situ ada sebuah kerajaan. Rajanya keren, suka sama seni seni. Suatu ketika rajanya iseng nih. Dia mau buat lomba lukisan. Nah biar greget lomba lukisnya di kasi tema. Temanya tentang kebahagiaan.

Singkat cerita tersisih deh dua nominasi, yang lukisannya buagus banget. satu tentang pemandangan indah , gunung – gunung , dan kuda yang yang lagi makan rumput. Nah yang satu lagi tentang pemandangan seekor burung yang langi kasih makan anaknya di tebing yang sangat curam, angin kenceng dan ombak di kanan kiri, depan. Nah warganya sih udah nebak, pasti yang menang itu yang pertama . soalnya kan pas sesuai tema.

Nah karena rajanya sangat keren, dan tau seni dan arti sebuah kehidupan. Tak diduga ternyata yang menang adalah lukisan yang kedua . Sang raja punya penilaian yang gokil nih. Gini kata sang raja, bahagia itu bukan tentang segala kemewahan, segala fasilitas dan anugrah apa yang ada untuk kita, tapi kebahagiaan adalah segala hal yang kita miliki dan kita syukuri ”

Itu sih kata raja, gw juga bingung :p , tapi yang gw tangkep adalah sebuah relatifitas dari kebahagiaan itu. Elu bisa menyebut diri elu paling bahagia sedunia misalkan, karena punya istri cantik. Tapi kalau orang lain liat ya biasa – biasa aja. Dan orang lain pun melihat hal yang sama kepada diri kita.
            Jadi kalau ingin bahagia itu sebenernya sih simple, gak usah tiap hari ke motivator buat mencari pencerahan, tiap hari ke mall – mall buat mengusir rasa kesedihan , ataupun kegilaan – kegilaan lain. orang lain gak bisa merasakan apa yang kita rasakan, tapi mereka hanya menonton, gak lebih dan gak kurang. Justru ketika kita menanggapi apa yang mereka lihat ke kita, maka kebahagiaan yang elu miliki malah jadi kena hukum relatifitas. Kebahagiaan elu jadi terpengaruh dengan kebahagiaan orang lain, dan sejatinya itu bukan kebahagiaan, tapi kesombongan #eh
Gw percaya, kebahagiaan itu bisa dateng dari dalam diri kita sendiri. kebahagiaan itu gak bisa di ciptakan oleh orang lain. tapi orang lain bisa membuat kebahagiaan yang kita miliki jadi sampah, kalau misalkan kita menaggapi mereka.
gw pernah bahkan sering ngeliat twitt – twittan temen gw yang isinya tentang , bahagia itu simple bla bla bla.... yah , gw sepakat , bahagia itu emang simple, tapi bahagia itu gak bisa dibagi dengan cara mengeshare apa kebahagiaan di sosial media, itu bullsh*t dan munafik sekali. Kalo ada yang bilang di iklan provider, kebahagiaan itu akan terasa bila di share, itu omong kosong tok. Kenapa ? ya karena orang lain gak bisa menciptakan kebahagiaan punya kita. mereka cuman memprovokasi kita, membuat kita jadi buta, tentang arti dari kebahagiaan yang sejati, kebahagiaan dari dalam diri kita sendiri.

sekian, salam rindu buat yang mau berangkat ke jepang :p


Komentar

Akashisedai mengatakan…
Setuju banget, kebahagiaan itu kesyukuran atas apa yang kita miliki. Biar tetep bahagia ya hrus ttp bersyukur dan menjaga apa yang kita punya.
Tatit mengatakan…
Dulu sih sering ngeshare di medsos bajagia itu bla...bla... :)
Sekarang dah hampir kagak keluh kesah di medsos. Paling curhat galau di blog.eh apa vedanya ya.njaluk dikeplak :) hehehehe
Bukan Blog Biasa mengatakan…
Bahagia itu sederhana, cukup mensyukuri aja nikmatnya :)

Postingan Populer