Jangan terlalu sibuk menilai --- orang bray

ilustrasi - sumber google

Siang menjelang sore,
Gatel juga yah tangan kalo gak nulis di blog :3 . maklum deh bray... lagi UAS, jadi aktivitas kek gini lagi dikurangin . Persiapan untuk masa dengan yang lebih cerah .. Azzeeeek daaah . Uas emang nyita waktu , tapi banyak hikmah juga sih dari UAS ini.. hikhikhiks...

Nah , di tulisan kali ini gw bukan ngomongin tentang UAS, cukup gw dan tuhan aja yang tau tentang UAS gw kaya gimana . Haaah ..... gw mu mencoba merenung tentang yang namanya manusia. Gak ada maksud apa – apa sih, yah cuman ingin memuaskan kegatelan gw aja, gatel pengen nulis , tok , gak ada yang lain. Jadi maaf – maaf aja nih kalo ada yang kesindir :p
Ada berapa jenis manusia sih yang kalian temui, apa mereka baik, atau mereka jahat , atau apakah mereka munafik ?

Dalam penilaian manusia yang bodoh, sebenernya gak ada hak buat kita, menjustifikasi manusia yang kalian temui baik, jahat, ataupun munafik. Apa dasar parameter kalian sehingga , elu – elu pada bisa menjustifikasi kalo dia itu baik, jahat atau munafik. Apa elu – elu itu adalah mahluk suci , yang bisa menentukan orang masuk surga atau neraka.
Apakah kalian sebegitu sucinya, se enak jitak menilai si A sebagai “Setan ?” misalnya. Yah mungkin kalian hanya memandang manusia hanya berdasarkan sudut pandang manusia. Mungkin mahluk lain menilai si A adalah malaikat yang turun dari surga dalam wujud “setan” .
Yah itu sih yang gw tangkep dari salah satu temen gw, tentang pandangannya tentang sosok manusia. Gw sepakat, bener dah gw sepakat tentang konteks kita sebagai manusia yang gak boleh sembarangan menilai orang, sedang kita tidak sadar , apa dan siapakah kita. memandang orang dengan pandangan sinis, penuh caci maki, dan lupa dengan diri sendiri.
Sayangnya, buanyak banget manusia yang lupa dengan dirinya sendiri. Lupa dengan muka sendiri. Lebih enak melihat muka orang ketimbang melihat muka sendiri.
Dalam penilaian pribadi gw yang bodoh ini, gw hanya mencoba mengutarakan bisikan hati gw yang lembut dan pengen di mengerti ini.
Pertama , hati gw gak terlalu mempermasalahkan kepribadian orang itu seperti apa. Entah dia baik, entah dia jahat , entah dia berkarakter , atau dia yang selalu suci. Setiap orang punya jalannya masing – masing dalam menentukan jalan hidupnya. Percaya deh kalo kalian ingin merubah jalan hidup manusia yang ingin ke kiri, dan kalian ingin merubahkan ke kanan. Maka orang yang coba kalian paksa itu akan melawan arah yang kalian ingin.
Biasanya sih, kepribadian orang itu terbentuk dari apa yang telah ia alami, setapak – setapak , dari mulai ia bangun tidur sampe ia tertidur lagi, penggalan cerita dalam hidupnyalah yang menuntun jalan mana yang ia tuju.
Gw sepakat dengan yang pertama, gak boleh menilai orang sebelum kita bisa menilai diri kita sendiri.
Peryama gw sangat “mengutuk” orang – orang yang menilai orang lain, tapi dia tidak konsisten dengan prinsip hidup yang ia janjikan.
Yah gw juga bukan mahluk sempurna yang bisa menilai orang baik, gw percaya kalau semua orang di negri ini baik. Hanya saja kebaikan mereka tidak konsisten .
Bagi gw  - gw menghargai seorang preman, kalau dia konsisten dengan apa yang ia yakini dan menurut dia itu benar. Gw hargain itu.
Gw juga hargain orang baik, yang menilai diri mereka itu baik. Kalau itu baik, jalankan dan lakukan dengan konsisten. Gw hargain itu.
Bagi gw, cukup konsisten dengan apa yang di yakini, dan gak usah berfokus menilai orang – orang yang juga punya keyakinan yang mereka miliki.


Komentar

Postingan Populer