Sale .. BigSh*t laaah...
Sudah menjadi
pemandangan yang sering dan selalu kita lihat di pusat perbelanjaan ataupun
toko , sebuah pemandangan dari ibu – ibu atau anak muda yang gila dengan barang
yang ingin ia beli ketika ada sebuah kata “Sale” atau “Diskon” ? dan yang gw
liat dari sejumlah manusia itu seperti mahluk buat kaya buaya yang gak gak
pernah makan selama yah sebuat saja tiga puluh tahun dan di depan mata mereka
ada daging steak segar. Yah begitulah mereka , ibu – ibu atau remaja yang gw sebut
“kalap” ketika ngeliat diskon.
Memang gak salah dengan
mereka, mungkin diskon adalah sebuah harapan yang gak php karena keinginan
mereka akan sesuatu tersebut terbatas dengan apa yang dimiliki, gw sebuat itu
sebagai pendapatan. Pendapatan yang
paspasan namun angan – angan dan harapan mereka akan hal yang mereka angap itu
perlu untuk mereka miliki, gw sebut sebagai things
. pendapatan yang gak sebanding dengan harga dari sebuah things tersebut membuat mereka “menunda”
untuk memiliki things tersebut. Yah itu
tindakan yang wajar dan logis. Mungkin , tindakan kedua yang orang lakukan bila
tidak “menunda” adalah dengan “ngutang”. Kalo yang gw pikir sih , kalo yang namanya
ngutang itu ada bunganya. Dan semua
orang tahu yang namanya bunga .
Diskon itu ibarat oase
di tengah padang pasir, atau sebiji kurma di tengah tandusnya padang sahara. Makanya,
banyak yang kalap kalo ngeliat sale. Begitu juga gw, itu kesempatan emas bagi
gw untuk dapat membeli apa yang gw mau dengan harga yang jauh lebih terjangkau,
dan uang potongan dari sale tersebut bisa gw manfaatin buat makan atau disimpan
.
Tapi, kekalapan
seseorang karena sebuah sale itu menurut gw itu sebuah kenistaan , membeli sesuatu karena sale itu adalah nista karena
mereka membeli sesuatu bukan karena mereka butuh. Tapi karena ada pihak ketiga
yang menggunakan kecerdikan mereka gw sebut pihak ketiga sebagai produsen,
dengan cara memberi sale.
Memang cerdik, ada
sebagian atau bahkan hampir semua produsen atau toko menaikan produk mereka
lalu memberikan diskon. Alhasil, diskon tersebut hanya sebuah big bullshit
saja. Dan cewe biasanya atau remaja yang udah terhipnotis dengan yang namanya
sale pasti kalap, sama kaya yang udah gw jelasin di atas.
Yang gw pahami, membeli
karena sale itu adalah bodoh, pertama mereka bukan membeli karena benar – benar
membutuhkan barang tersebut, tapi lebih karena dia bisa memiliki barang
tersebut karena hargnya lebih murah atau karena ada sale. Dan banyak populasi
penduduk indonesia yang memang membeli barang bukan karena butuh, tapi karena
style atau mungkin karena diskon.
Tahun baru kemaren gw
pergi ke pusat perbelanjaan karena katanya ada diskon gilax abies dah... nyampe
ke situ gw baru sadar, banyak manusia yang kalap karena pengen ambil barang
diskon tersebut. Sebenernya barangnya gak begitu urgent , kalo menurut gw, hanya
pakean , baju, kaos atau jins. Tapi seakan
di buatakan oleh sebuah diskon.
Big
shit
dah kalo ada yang beli sesuatu karena diskon, kecuali kalo bener – bener barang
dibutuhin itu di diskon. Bagaikan durian runtuh kan ?
Komentar