Selamat datang generasi ALAY
Tiba – tiba gw teringat
dengan salah satu buku yang gw baca, dan memang dari apa yang gw baca dan dari
apa yang gw alamin kok sebelas, dua belas yah .
Okeh , kali ini gw mau
ngomongin tentang hal yang dulu orang gak kebayang bisa ada, dan sekarang udah
jadi barang yang biasa ada di tiap saku anak muda. Yah , gw sekarang mau
ngomongin Gadjet, bukan sisi positif, tapi sisi negatif yang timbul dari
gatjet. Maka dari itu gw mau ngucapin selamat dulu.
***
Yah selamat datang di
generasi ALAY,
SmartPhone and Stupid
People
***
Sadar atau tanpa kita
sadari, dengan kehadiran teknologi kita menjadi pribadi yang baru, yang kita
sendiri asing dengan keadaan seperti ini. gw yakin, pasti kalian semua punya
lebih dari satu ponsel. Yah bro , emang gokil yah bangsa ini, sungguh borju
sekali. Kemaren gw pernah baca kalo jumlah ponsel yang tersebar di indonesia
itu lebih banyak dari pada jumlah penduduknya. Mungkin bayi yang masih empat
bulan juga udah punya hp. Atau bahkan binatang piaraan kaya kucing , anjing,
juga pegang hape satu – satu .
Mungkin kita gak sadar,
dengan kehadiran gadjet ini melahirkan generasi baru, gw menyebutnya generasi
ALAY. Emangnya Alay cuman bisa dipake buat anak layangan aja , yah . mungkin
ini hal yang gak ada imbasnya ke kita, karena emang kita udah masuk ke perputaran
dari perubahan generasi ini. mungkin para sesepuh dulu yang masih hidup , kayak
sukarno, bung hatta, atau gusdur bisa aja langsung bilang , ini adalah
degeradasi nilai – nilai leluhur. Nilai – nilai yang udah tertanam dalam diri
bangsa seakan hilang terkena badai gelombang ombak yang di sebut sebagai
gatjet. Mungkin kita gak sadar, atau mungkin kita adalah aktornya, aktor dari generasi
baru yang Multitasking , Selfish , Narsis , Egois , ASRI (asik sibuk sendiri
dengan gatget) .
Kita mungkin pernah
mengalaminya, atau bahkan kita menjadi korban dari generasi ini. multitasking,
terbiasa melakukan lebih dari satu kegiatan secara bersamaan. Gw pernah melihat
pasangan yang sedang ngobrol beruda, kelihatannya sih mereka pacaran gitu kan,
pacaran di tempat makan ceritanya. Gw geli ngeliatnya, bukan kenapa – napa,
mereka memang terlihat asik ngobrol, tapi tangan mereka dan mata mereka menuju smartphone
masing – masing. Ini mereka yang terlampau sakti atau gw yang goblok yah haha.... ini lah tanda dari generasi ALAY,
yang selalu terbiasa melakukan multitasking. Yang gw pahami, mereka gak fokus
pada satu hal . kalo gw lihat dari cowo dan cewe yang tadi pacaran, gw rasa
mereka adalah pasangan yang “Goblok”. Mereka keliatannya bersama
, tapi jiwa mereka ke mana – mana , ke facebook, twitter, atau instagram. Dan mereka
ALAY.
Relasi antaramanusia
sangat kompleks dan menuntut. Gadjet membuat orang terlatih menyulap relasi
rumit semudah dan semenyenangkan yang mereka mau. Orang tidak sadar ,
komunikasi digital bisa mengalami ketidak sungguhan saling memberikan diri.
Komunikasi digital
mendorong siapa saja untuk mendapatkan jawaban secepatnya. Itulah sebabnya,
orang cenderung mengajukan pertanyaan lebay, menggampangkan proses komunikasi. Kepercayaan
tidak mungkin begitu saja diperoleh dalam jaringan ribuan orang di media
sisoal. Mereka hanya bisa menjalin dan menjaringkan diri tanpa memupuk
kepercayaan.
Salah satu fungsi dari
gatjet adalah mendekatkan orang yang jauh, tapi ada effek sampingnya,
menjauhkan yang dekat. Kehadiran dari gatjet memberikan keramaian kepada mereka
yang merasa kesepian, tapi aneh kan jika merasa sendiri dan sepi di tengah
keramaian. Kita lihat di kereta – kereta ekonomi. Dulu gw kalo pulang kampung
suka banget make kereta ekonomi, gak cuman namanya, tapi orang yang ada
didalemnya juga ekonomis. Di dalem kereta sangat ramai, dan dengan cepatnya
kita ngobrol dengan mereka. Ada kehidupan di tengah keramaian kereta itu, tapi
dengan kehadiran gatjet membuat kita menjadi kesepian di tengah keramaian. Kita
asik dengan smartphone kita, asik ngobrol , chating dengan orang yang jauh. Tapi
depan, samping, kiri, kanan kita justru saling membisu. Generasi ini memang
aneh yah .
Bahkan bukan cuman di
sekeliling kita saja, virus dari gatjet tersebut sudah merambah ke dalam
keluarga kita. coba saja kita tengok kanan kiri di rumah kita. jika ada banyak
orang tapi begitu sepi, selamat, keluarga anda terkena virus gadjet.
Nokia Separating people
SmartPhone and Stupid
People .
Selamat datang generasi
AlAY
sumber - Guru Gokil Murid Unyu, J. Sumardianta


Komentar