Yup ... Iri
Alkisah, gw adalah orang yang selalu ingin bisa
melakukan hal-hal yang orang lain bisa kerjakan, seperti ketika temen gw dapet
juara satu di kelas, atau saat temen gw lolos PIMNAS atau saat temen gw dapat
beasiswa. Yah itu mungkin termasuk kategori siat iri dan gw sadar kalo ini
adalah sifat iri. Yah gw punya sifat iri.
Iri memberikan gw semangat, ketika gw berfikir. Kok
bisa yah temen gw jadi juara satu, sementara gw masih stack di sini aja. Bahkan
ketika sahabat terdekat gw dapet beasiswa, atau punya proyek baru, yang ada
dikepala gw adalah, “ngapain aja sih elu ?”
Menjadi pribadi yang iri itu menurt gw perlu, karena
sifat itu walaupun tidak baik tapi memberi dampak positif kepada kita. Apa
dampaknya ? kalo bagi gw pribadi, rasa iri tersebut memberi gw kesadaran bahwa
hidup ini memang penuh dengan perjuangan. Sifat iri tersebut menyadarkan bahwa
ada ketidak stimbangan antara hasil yang didapat dari setiap pribadi.
Iri membuat kita tahu bahwa tuhan memperlakukan
umatnya sesuai dengan apa yang ia ikhtiarkan.
Tapi, sifat iri juga bisa membuat kita menjadi pribadi
yang negatif. Sifat tesebut bisa saja membunh kita dengan keputusasaan. Mungkin
ia akan bertanya, “kenapa tuhan tidak adil ?”.
Sayangnya gw bukan tipa orang yang seperti itu. Rasa
iri yang ada dalam diri gw, membuat gw jadi bersemangat dalam menjalani hidup.
Rasa iri tersebut membuat gw terpacu dan terus terpacu. Semakin gw iri, maka
semakin gw terpacu untuk bisa berbuat lebih dan lebih. Dan rasa iri itu akan
hilang ketika gw bisa berada pada posisi orang yang gw iri kan.

Komentar