Harta Tahta Wanita
Lucu bin ajaib…. Kisah yang sering jumpai di negara kita, di negara kita
yang sungguh aneh ini. Baru aja gw tengah malem di telfon ibu gw, kalo kepala
sekolah bapak gw lagi kena kasus keren. Gw yang denger dari telfon cuman bisa
ngelus dada dan cuman bisa ngakak. Jadi malem itu ibu gw nelfon kalo bapak gw
lagi ngurus kasus yang terjadi di sekolahnya, sebut aja kepala sekolahnya lagi
kena kasus. Hebat banget yah bapak gw, yah itulah bapak gw. eith.. tapi bukan
pengacara loh pekerjaan bapak gw, hanya saja bapak gw adalah orang yang selalu
bisa diandalkan oleh teman-temannya dalam berbagai kondisi.
Inilah lucunya, kepala sekolah itu lagi kena kasus karena terkena rajia
oleh satpol pp, katanya sih lagi ketangep basah di sebuah hotel melati gitu
sama guru honorer. Wah wah wah… hebat sekali yah mereka.
Dan begitulah obrolan gw lewat telefon sama ibuk gw.
gw coba mengambil pelajaran dari peristiwa itu, bahwa sebuah jabatan
bisa membuat kita menjadi lupa kepada diri kita sendiri, lupa kalau kita itu
manusia, lupa kalau diri kita ini adalah mahluk yang sangat lemah.
Harta, tahta, dan wanita adalah tiga hal yang sangat menakutkan dan
patut untuk di waspadai bagi kaum adam. Yah liat aja contoh kasus di atas.
Sangat gampang bagi seorang manusia untuk bisa maraih sebuah tahta,
kalau memang dia bersungguh-sungguh. Dan sangat mudah juga mendapatkan wanita
kalau dia sudah punya harta dan tahta. Tapi, yang jadi persoalan adalah ketika
ketiga hal tersebut sudah memperbudak. Memperbudak kita dan melupakan bahwa
kita adalah manusia.
Manusia memang seperti itu, bahkan karena wanita juga anak dari nabi
adam melakukan perbuatan keji, yah membuh saudara.
Kita bahkan gw sendiri memang bisa buta karena wanita, karena tahta, dan
karena harta. Buta dalam artian kita bisa menjadi diri kita yang lain,
melakukan hal diluar naluri kita. Gw bukan orang yang pandai menahan hawa
nafsu, tapi dengan kita tetap berada di bawah, seandainya kelak bisa belajar
ketika berada diatas dan bisa mengendalikan ketiga hal tersebut.

Komentar