Serpihan rasa yang terpendam, KKN

Kisah Selanjutnya ,....


Suatu ketika gw menemukan serpihan kekesalan seseorang di timeline line. Lagi musim sih, kalo ada unek-unek itu di sharenya di sosial media, yah biar keliatannya eksis. Hehe... dan gw pun kadang seperti itu. Balik ke serpihan kekesalan itu, dia memaparkan keadaan di suatu tempat yang beda banget dengan idealitas dari duanianya. Yups... karena dia sedang menjalankan misi kkn.

Masalah yang dia hadapi begini,
dia terbiasa dengan suasana yang bebas rokok, karena lingkungan yang ia diami adalah lingkungan yang sadar akan kesehatan dan tau baik dan buruknya dari rokok. Kkn adalah suatu matakuliah yang bisa membuat mahasiswanya menyatu dengan masyarakat dan membuat interaksi langsung dengan mereka. Disini mereka berkesempatan mencicipi lingkungan baru, adat baru, norma baru, dan hal-hal baru yang gak bisa dapat kalo gak ditempat ini.
Balik ke rokok tadi, jadi dia merasa tergangu dengan kebiasaan orang setempat yang menjadikan rokok sebagai sahabat hidupnya, bahkan sudah menjadi adat setempat.

Gw pikir, gak ada yang salah dengan si dia yang sedang menjalani KKN dan merasa terganggu dengan kebiasaan warga setempat, karena dia tahu bahwa rokok itu tidak baik, tapi gw juga gak menyalahkan si bapak tadi yang sudah biasa dengan rokok tadi, kenapa ? Karena itu adalah norma yang ada di masyarakat setempat.

Gw pikir, norma, nilai, dan adat di suatu tempat itu terjadi dari kristalisasi kebiasaan hidup masyakarat setempat. Parameter dari nilai-nilai tersebut tentu berbeda dengan daerah lain. Masyakarat yang tinggal di pulau jawa akan berbeda normanya dengan masyakarat yang hidup di pulau sulawesi. Kita tidak usah jauh-jauh melihat suatu pulau, bahkan di suatu kota yang memiliki dua dusun yang bersebelahan pasti ada norma yang berbeda. Balik lagi, karena norma, adat, dan nilai adalah bentuk kristalisasi kebiasaan warga setempat.

Jadi bila itulah kenapa gw bilang si bapak tadi gak bisa disalahkan dengan kebiasaan merokok. Bukan karena si bapak ini tidak tahu bahaya dari merokok tapi itu sudah menjadi norma setempat.

Keunikan dari KKN adalah kadang kita bisa mengalami konflik batin dengan warga setempat karena hal-hal sepeleh, seperti kebiasaan yang biasa dilakukan didaerah asal kita tidak dilakukan disini.

Beberapa hal yang dapat gw pelajarin dari KKN salah satu diantaranya toleransi dan menghormati.

Pertama Toleransi, hal yang akan sangat konyol bila kita menyalahkan daerah tertentu bila adat istiadat daerah itu tidak sama dengan daerah asal kita. Kalo ada yang kaya gini, mungkin dia lupa, kalo indonesia itu sungguh sangat kaya akan adat istiadat. Dan sudah sewajarnya indonesia itu banyak perbedaannya.

Tapi jangan dijadikan perbedaan itu sebagai dasar kita untuk menjudge semua itu buruk. Justru, dengan perbedaan itu kita bisa melihat segela hal yang tidak kita ketahui dan segala hal yang tidak kita lakukan di daerah asal kita. Hal itu menambah kekayaan pengetahuan yang kita dapat dari sini. Oleh karena itu, kita wajib menjadi sokok yang toleran dengan tidak menjudge mereka yang tidak sama itu tidak baik.

Kedua, Menghormati. Analoginya adalah saat kita bertamu ke rumah orang. Saat kita bertamu, tentu tuan rumah akan menjamu tamunya dengan sangat “istimewa”. Keistimewaan tentu dependent, sangat tergantung dari sudut pandangnya. Saat kita di jamu dengan jamuan istimewa, misal sepotong roti, tentu cara kita menghormatinya itu adalah dengan mencicipi dan memakanya. Walau roti tersebut menurut kita dalah biasa saja, tapi bagi sang tuan rumah itu adalah hal yang sangat istimewa.


Yup, begitu juga dengan saat kita berada di lingkungan orang lain. 



Komentar

Postingan Populer