Sang burung, sang tupai, dan mentari


Burung – burung di dahan pohon sudah mulai menyanyikan senandungnya.
.
Memberi semangat kepada sang tupai yang duduk di sebelahnya untuk memulai hari.
.
Tak cukup dengan bernyayi, kini burung-pun menari-nari di angkasa, seakan mengajak sang tupai untuk melompat, menikmati indahnya dunia.
.
Entah apa yang dilihat sang tupai, terdengar aneh, mungkin karena bahasa mereka berbeda, sang tupai tetap diam, melihat mentari.
.
Sang burung yang lelah menari dan bernyayi, kini harus pergi mengejar sang fadjar.
Sang tupai tetap melihat mentari, matanya tetap terpaku pada cahaya yang besar, memberi kehangatan di pagi itu.
.
Sang tupai yang kini telah sendiri pun bertanya pada sang mentari, “apakah yang sang burung lakukan tadi ?”
.
Dengan penuh kehangatan, sang mentari tersenyum, lalu berkata… “TOLOL-GOBLOK luh…”
.
Sang tupai pun masih menatap mentari, mencoba memahami maksud darinya.
.
Hanya senyum hangat sang mentari yang ia tahu, tanpa tahu kata apa yang telah keluar dari mulut sang mentari.
.
Sang burung telah pergi berkelana mencari fadjar, dan sang tupai masih di dahan pohon.
.
Kini sang tupai sadar, bahwa kehangatan mentari hanyalah fatamorgana.
.
Hanya akan terasa nyaman, bila embun pagi datang,
.
Kini mentari sudah pergi mengejar sang bulan,
.
Dan sang burung menemukan sang fadjar,
.
Sang tupai menemukan cahaya baru, cahanya yang tidak lebih silau dari sang mentari,
.
Sang tupai teringat kata-kata sang mentari, dan kini ia sadar.
.
“Oh….. aku Tolol toh …. ”
.
*****
Okeh, mungkin kisah sang tupai yang goblok itu semoga hanya ada di cerita gak jelas gw. Sejatinya, gak ada yang goblok di dunia ini, hanya saja kurang memahani dengan baik maksud hari orang. Terkadang elu bakal jadi sang tupai, tapi terkadang juga elu jadi seperti sang burung, yang menurut gw juga rada goblok, atau sang mentari yang rada gak jelas, hanya bilang goblok   tapi dengan senyum penuh ketulusan. Jadi mungkin Cuma gw yang goblok yang nulis cerita gak jelas tadi.
Gak usah malu kalau elu (ngomong ke diri gw sendiri) kalau pernah jadi sang tupai yang culun dan rada gak peka, gak usah malu juga kalau elu jadi sang burung yang rada gak waras nari-nari gak jelas di depan sang tupai yang gak pernah tau maksud baik sang burung.
Studi kasus cerita gak jelas ini mungkin ada analoginya pada kasus “curhat”. Orang-orang sering memaknai curhat sebagai curahan hati, dan dengan pengerian itu juga orang-orang sering menyelah gunakan cuhat-an orang menjadi ajang, pengguruan, penceramaan, dan peng-sok-tauan. Jadi mungkin itu juga gw jarang atau bahkan gak pernah curhat sama orang. Bisa gila kan kalau yang curhat adalah sang tupai, dan yang dicurhatin adalah sang rembulan. Hanya ada panas di dada kalau mereka curhat. Gak bakalan nyambung satu sama lain.
Tapi, ada kalanya juga gw curhat. Hanya pada orang-orang tertentu. Dan gw punya standar sendiri agar gw gak jadi tupai yang tolol udah curhat sama mentari.
Pertama, gw gak bakalan curhat sama orang yang cerwet. Definisi cerewet di sini adalah ketika elu bilang satu maka dia akan bilang dua, tiga, dan empat. Menurut gw elu bakalan asik dengan apa yang dia omongin, tapi curhatan elu bakalan jadi bahan cerewetan dia.
Kedua, ember. Ember adalah benda yang sangat membantu ketika kita mau mandi, atau mau nyuci baju. Ia adalah sebuah tempat yang bisa menampung air yang baik, dan ia juga bisa menjadi tempat baju kotor yang baik banget. Okeh, sekarang analoginya ember itu adalah objek curhatan elu dan elu adalah air atau baju kotor yang ditampung di ember itu. Sudah menjadi rahasia umum kan kalau kapasitas dari ember itu terbatas, dan elu kalau misalkan gak bisa membatasi kapasitas dari curhatan elu. Tau kan apa yang akan terjadi ?
Ketiga, cari lah yang satu frekuensi. Tupai dan burung memang objek yang special. Mereka itu punya frekuensi yang beda. Kalau frekuensi dari dua gelombang itu  bertemu, dari buku yang gw baca itu gelombangnya akan saling jalan pada amplitudonya masing-masing. Gak akan ada pertemuan antar simpul atau di lembah. Sementara kalau frekuensi dari dua gelombang itu sama, maka akan jadi dua gelombang yang besar, atau akan jadi menghilangkan.
Keempat, sok tau adalah kata yang tepat untuk orang yang menggap semua kasus itu sama. Menyamakan semua kasus dengan mudah dan menggampangkan sebuah solusi. Hmm…. Terdengar asik yah, tapi ga sik banget dah orang-orang kek gini.
Apapun yang akan kamu curhatin, seperti apa orang yang akan kamu curhatin, jangan sering-sering curhat. Semua orang boleh lah elu curhatin, tapi gak akan menemukan jawaban yang bagus selain dari diri elu sendiri.




Komentar

Postingan Populer