Abstrak
Sudah
hampir 3 bulan lamanya gak nulis sesuatu yang gak penting diblog ini, selama
itu pula gw disibukan dengan project yang gak kelar-kelar. Berhubung projectnya
mau kelar, entah berhasil atau tidak alangkah selownya gw kalau misalkan
menulis satu dua tiga kata yang gak jelas lagi.
Entah
apa yang mau gw tulis, belum terkonsep, pokoknya apa yang ada dikepala gw
semuanya gw kelurin intinya mah gw mau curhat.
Pertama, kita mungkin tau kalau satu ditambah satu itu sama dengan dua. Tahu karena kita semua sudah belajar ketika waktu tk atau sd tentang matematika. keyakinan kita akan satu ditambah satu sama dengan dua itu gak salah, dan gak ada yang bisa menyalahkan karena udah jadi stigma di masyakarakat bahwa nilai itu benar. Aku pun sama mempercayai akan hal itu, ya itu udah pasti juga soalnya.
Kedua,
manusia adalah mahluk yang paling sombong, kenapa gw bilang gitu. At least gw
sendiri adalah manusia. Ya justru karena gw adalah manusia makanya gw bilang
manusia adalah mahluk yang paling sombong. Kenapa ? ya udah jangan banyak
tanya. Cukup lihat ke cermin, dan liat apa yang telah kita lakukan pada diri
kita sendiri.
Ketiga,
keterbatasan pengetahuan yang dimiliki oleh manusia yang sombong menganggap
dirinya adalah yang paling tahu justru akan menghancurkan dirinya sendiri. Gw pernah
ngomong kan kalau satu tambah satu adalah dua ? ya benar, tapi tidak selamanya
benar. Angka tersebut akan berbeda jika pemahaman kita tidak hanya tentang ilmu
kepastian. Ilmu yang melimitkan sesuatu menjadi terbatas. Dua mungkin jawaban
benar ketika semua hal menjadi terbatas, tapi alam ini bukanlah sebuah fenomena
yang bisa dilihat oleh kasat mata saja.
Dan jawaban gw adalah
satu ditambah satu bisa jadi bukan dua.
![]() |
Muka pura-pura bahagia di ibu kota |
Dan
akhirnya omongan gw mulai ngelanur karena kelamaan hidup di ibu kota. Beberapa orang
mungkin punya cita-cita ingin menjadi orang hebat di ibu kota. Punya rumah
mewah, punya mobil dan lain-lain. Mungkin hanya gw gak mau tinggal di sini. Mereka
ingin hidup di kota, sementara gw pengen tinggal di desa. Mereka ingin punya
rumah mewah, mobil mewah dll, tapi yang gw pengen Cuma lab bawah tanah yang
bisa buat ngeriset apapun yang bisa membantu orang di desa gw. Yah seenggaknya
ilmu gw bermanfaat buat masyarakat.
Banyak
ke goisan yan gw rasain ketika hidup di sini, ada kalanya ketika elu jalan di
trotoar. Dan saat itu juga jalanan sedang macet. Kalau ada motor lewat di
trotoar, elu yang bakalan disalahin, karena sudah menghalangi jalan motor yang
melewati trotoal.
At
the end, sumpaaah gw pengen balik ke Jogja. Kangen dah.


Komentar