Entahlah...
Setiap orang punya sudut pandang dan cara berfikir
yang berbeda, nothing special. Bahkan saudara kembarpun yang setiap hari
disamakan oleh kedua orang tuanya, mulai dari pakaian, sekolah, dan kebutuhan yang
sama pasti punya cara berfikir yang berbeda, dan itu biasa saja. Yang special
adalah untuk apa dia berfikir, untuk siapa sudut pandang yang ia lakukan,
bukankah keberpihakan dalan sudut pandang membuat cara berfikir kita menjadi
aneh ?
Mau contoh…. ? aku ambil contoh yang paling dekat dari lingkungan, yah
sebagai contoh gw ambil sample cara berfikir dan keberpihakan gw pada sesuatu.
Ingat sebuah kisah seekor kancil dan buaya ? sebuah dongen jaman dulu yang
selalu menjadi nyanyian ketika anak-anak mau tidur. Nah iya, dongen ini
memberikan stigma bahwa kancil adalah mahluk yang cerdas, karena dia bisa
menghindari mangsaan buaya. Dan karena kecerdikannya, kancil juga di juluki
mahluk bijak.
Dan ketika gw rubah keberpihakan gw kepada peran dari seeker
buaya, gw bisa bilang bahwa kancil adalah mahluk yang sombong. Kenapa ? karena
keberpihakannya pada si buaya. dan alasan mendasar karena kancil adalah mahluk
sombong adalah karena kepandaiannya, membuat ia berfikir bahwa segala hal bisa
diatasi dengan kepintaran, strategi. Bisa jadi, si kancil ini adalah mahluk
individual yang tidak suka membaur. Just a simple, so keberpihakan kitalah yang
membuat kita spesial.
Menurutmu, apa sih hal yang paling essensial dari
sebuah komunikasi ? dongen dulu ketika masih playgroup mungkin agak heran,
kenapa seekor kancil bisa berkomunikasi dengan buaya, padahal sudah jelas
mereka dari mahluk yang berbeda ? jadi …… ? Kalau kalian bilang komunikasi
adalah obrolan antara si a dengan si b atau si c. atau obrolan, atau apalah itu
yang penting mereka ngomong satu sama lain.
Kenapa, kancil dan buaya seharusnya tidak bisa
melakukan komunikasi, pertama karena mereka menggunakan bahasa yang berbeda,
dan menurut gw bahasa adalah alat yang digunakan untuk melakukan sebuah
komunikasi, dan syarat untuk terjadinya komunikasi adalah mennggunakan bahasa
yang bisa dipahami oleh kedua belah pihak.
Jadi, hal yang menjadi essensial dari sebuah
komunikasi adalah bukan bahasa, tapi bagaimana orang ( karena yang gw bicarain
disini adalah komunikasi orang bukan binatang) saling memahami dengan menggunakan bahasa.
Kesalahan yang fatal yang orang lakukan ketika
berkomunikasi adalah mereka berbahasa bukan untuk memahami maksud dan tujuan
dari si pemberi informasi, tapi bagaimana mereka membalas atau ber argue
dengan lawan komunikasi.
Kalau ada orang yang seperti saran gw adalah mending
elu diem. Kalau memang mau menghabiskan energi silakan lanjutkan, tapi kalau
memang merasa tidak ada artinya, sebaiknya ikuti saran gw.
Apa yang akan terjadi, jika ada mahluk yang melakukan
komunikasi dan memahami makna dari komunikasi ? bisa gw bilang mereka akan
saling percaya dan akan terjalin hubungan yang baik dengan lawan bicaranya.
Pernah kah kalian lihat bulan yang indah dimalan hari,
entah kenapa kalian puja dan puji cahaya bulan yang menurut kalian itu begitu
indah dilihat dikala gelap malam. Semua pujian tertuju padanya, seyogyanya ada
matahari yang memberikan sebagian cahanyanya untuk sang bulan. Yah bulan yang
kalian lihat indah itu adalah jasa dari sang matahari, pusat dari tata surya
kita. Apakah sang mentari lantas, merasa iri pada sang rembulan, lantaran ia
yang mendapatkan pujian dari para pencari keindahan ? tidak, tentu tidak. Sang mentari
tetap memberikan cahayanya pada sang rembulan. Lalu ? lalu apa kita harus
menjadi rakus untuk diakui semua orang ? apa kita harus menjadi orang yang
serakah ? ya tentu bisa kalian pikirkan sendiri.
Teringat mentari, apa yang dilakukan sang mentari pada
sang rembulan sehingga mereka bisa saling terhubung. Teori fisika klasik
mengajarkan kita bahwa energi cahaya yang berasal dari sang mentari melewati
ruang hampa dalam bentuk gelombang – gelombang. Gelombang tersebut merambat ke
segala arah, hingga pada suatu ketika gelombang tersebut ditangkap oleh rembulan.
Entah pesan yang disampaikan mentari sampai pada sang rembulan atau tidak, yang
jelas sang rembulan menjadi pengganti sang mentari dikala sang mentari itu
telah berlalu. Apakah sang rembulan memberikan energinya juga ? ya, dia
memberikannya pada sekitarnya, bumi yang indah mendapatkan gelombang itu dikala
malam hari.
Lalu kenapa gelombang dari bulan dan mentari tidak
bertemu, logikanya mentari memberikan energi dan bulan pun sama. Karena sesungguhnya
gelombang yang berasal dari bulan adalah gelombang yang berasal dari mentari. Tentunya
gelombangnya tidak akan sampai. Mentari memang tak membutuhkan balasan dari
sang rembulan, selagi gelombang dari rembulan sampai pada sang pencari keindahan
malam, mentari kan selalu senang.
Apa itu adalah mimpi dari sang mentari ? entahlah,
tidak ada yang tahu dari isi hati orang selain dirinya sendiri, bahkan sebagian
orang tidak bisa memahami isi harinya sendiri. Mentaripun mungkin begitu.
Bicara soal gelombang, ada hal yang indah dari dua
buah gelombang yang berbeda. Adalah pelangi, pelangi yang indah adalah hasil
dari perpaduan gelombang yang berbeda, menjadi sepectrum warna yang indah. Ketika
itu gelombang yang berbeda yang mempunyai fase yang sama akan membentuk
specturm cahaya yang menyilaukan, dan ketika dia berbeda fase maka akan
membentuk spectrum warna yang gelap. Gelombang tidak akan saling melupakan
gelombang yang lainnya, seyogyanya semua gelombang mempunyai energi, dan energi
itu akan memberikan keindahan bagi sekitarnya, like a sun like a moon.
Dan secangkir teh hangat, masih menyisahkan kehangatan
di pagi hari.
8 November 2016.


Komentar