Secangkir teh hangat …



Secangkir teh hangat temani pagi nan dingin.
Burung-burung bernyani seakan menyambut pagi.
Banyak orang yang heran, kenapa burung begitu senang, lain dengan kebanyakan orang yang masih berselimut rindang.
Aah... pagi ini memang indah, sungguh merugi orang yang berselimut itu.

Secangkir teh hangat... harum.. lembut...dan menghangatkan.
Memabukan walau tanpa alkohol, menjadi candu walau tanpa marijuana. Hangatnya teh ini, seakan menjadi rasidu bagi dinginnya pagi.

Teguk demi teguk ku habiskan dengan kusyuk.
Candu yang membuat tubuh ini jernih berfikir dipagi hari.
Dan kumulai teringat pagi-pagi yang lalu dan selalu berlalu.

Teruntukmu pagi.
Kesegaran embun selalu melekat denganmu.
Tetaplah begitu.

Harum bunga bermekaran kala kau hadir.
Tetaplah begitu.

Kehangatan yang kau pancarkan kala pecahkan dinginnya malam.
Dan tetaplah seperti itu.

Tetaplah hadir untuk memberikan harapan bagi orang yang merindukan indahnya sang fajar.
Memberikan semangat, hidup, dan harapan.


Teruntukmu pagi.
Jika dan hanya jika pagi ini adalah pagi terakhirku.

Teruntukmu pagi.
Jika hanya akan ada gelap malam yang selalu menemani hariku..

Teruntukmu pagi.
Tetaplah berilah harapan bagi semua ciptaan-Nya, tetaplah memberi, janganlah pamrih, tetaplah menjadi dirimu.






Komentar

Postingan Populer